Analisis Klasifikasi Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota: Pendekatan Random Forest dengan Penanganan Ketidakseimbangan Data Menggunakan SMOTE dan ADASYN
Abstract
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu alat ukur yang
digunakan untuk mengevaluasi tingkat perkembangan kualitas hidup manusia.
Salah satu keunggulan utama dari IPM adalah kemampuannya untuk memfasilitasi
perbandingan antarwilayah dalam hal perkembangan pembangunan manusia.
Variasi yang signifikan dalam IPM antar wilayah menciptakan distribusi yang tidak
merata. Ketidakseimbangan ini mencerminkan perbedaan dalam upaya
pembangunan manusia di seluruh wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah
mengetahui perbandingan klasifikasi metode Random Forest dengan tanpa
sampling serta penanganan ketidakseimbangan data menggunakan SMOTE dan
ADASYN dalam Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota Indonesia tahun
2022. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa Random Forest dengan
ADASYN lebih unggul dibandingkan dengan SMOTE dan tanpa sampling. Model
Random Forest dengan ADASYN menghasilkan nilai accuracy sebesar 90% dan
nilai AUC sebesar 0.91. Hasil menunjukkan bahwa IPM di Kabupaten/Kota
Indonesia pada tahun 2022 dapat diklasifikasikan dengan baik menggunakan
metode Random Forest setelah penanganan ketidakseimbangan data dengan
ADASYN. Faktor yang paling mempengaruhi IPM berdasarkan feature importance
dari kedua model yang telah terbentuk adalah Pengeluaran Perkapita Disesuaikan.
Collections
- Statistics [1223]
