Show simple item record

dc.contributor.authorHilmiy, Muhammad Rizqi
dc.date.accessioned2024-07-29T04:02:30Z
dc.date.available2024-07-29T04:02:30Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50815
dc.description.abstractKondisi hiperinflasi dan sanksi internasional yang menjerat Venezuela mendorong pemerintahan Nicolas Maduro untuk menerapkan kebijakan moneter melalui pengembangan mata uang digital Petro Dollar Cryptocurrency dengan menggunakan teknologi blockchain. Petro didukung oleh pasokan cadangan minyak Venezuela guna merevolusi ekonomi dan stabilitas keuangan. Namun kebijakan ini justru menuai kritik dan skeptisisme sejak awal peluncurannya pada tahun 2018 karena dianggap sebagai instrumen yang ilegal dan cenderung tidak memberikan dampak yang signifikan pada perekonomian Venezuela. Sehingga penelitian ini akan membahas mengapa Petro tetap dipertahankan oleh pemerintah Venezuela disaat tidak mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini menggunakan teori Decision Making yang dikemukakan oleh William D. Coplin untuk menganalisis faktor domestik dan internasional dalam mempengaruhi kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Venezuela. Venezuela tetap mempertahankan Petro karena berguna untuk kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Venezuela baik didalam maupun luar negeri seperti pembayaran untuk barang dan jasa, membayar kewajiban pada negara tanpa bunga dan harapan pemerintah untuk dapat memikat investor asing.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPetroen_US
dc.subjectMinyaken_US
dc.subjectNicolas Maduroen_US
dc.subjectEkonomien_US
dc.subjectPolitiken_US
dc.titleUpaya Pemerintahan Era Nicolas Maduro dalam mempertahankan Kebijakan Mata Uang Digital Petroen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323135


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record