Upaya Pemerintahan Era Nicolas Maduro dalam mempertahankan Kebijakan Mata Uang Digital Petro
Abstract
Kondisi hiperinflasi dan sanksi internasional yang menjerat Venezuela mendorong
pemerintahan Nicolas Maduro untuk menerapkan kebijakan moneter melalui
pengembangan mata uang digital Petro Dollar Cryptocurrency dengan
menggunakan teknologi blockchain. Petro didukung oleh pasokan cadangan
minyak Venezuela guna merevolusi ekonomi dan stabilitas keuangan. Namun
kebijakan ini justru menuai kritik dan skeptisisme sejak awal peluncurannya pada
tahun 2018 karena dianggap sebagai instrumen yang ilegal dan cenderung tidak
memberikan dampak yang signifikan pada perekonomian Venezuela. Sehingga
penelitian ini akan membahas mengapa Petro tetap dipertahankan oleh pemerintah
Venezuela disaat tidak mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Penelitian ini
menggunakan teori Decision Making yang dikemukakan oleh William D. Coplin
untuk menganalisis faktor domestik dan internasional dalam mempengaruhi
kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Venezuela. Venezuela tetap
mempertahankan Petro karena berguna untuk kehidupan sehari-hari oleh
masyarakat Venezuela baik didalam maupun luar negeri seperti pembayaran untuk
barang dan jasa, membayar kewajiban pada negara tanpa bunga dan harapan
pemerintah untuk dapat memikat investor asing.
Collections
- International Relations [927]
