Show simple item record

dc.contributor.authorSyahnaufal, Alief Dandi
dc.date.accessioned2024-07-29T02:39:25Z
dc.date.available2024-07-29T02:39:25Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50803
dc.description.abstractPulau Bali dikenal dengan pulau pariwisata yang difasilitasi lengkap untuk para wisatawan baik itu nasional dan juga internasional. Bali juga dikenal akan kuatnya masyarakat untuk tetap berpegang teguh pada agama, adat istiadat, budaya, dan juga Tri Hita Karana. Kemudian pemerintah berusaha untuk membuka lahan pariwisata baru dengan membentuk sebuah peraturan perubahan alih fungsi lahan dari kawasan konservasi dan dilindungi di wilayah Teluk Benoa. Dari hal tersebut ForBali menunjukkan eksistensinya untuk menolak mega proyek yang hak pembangunannya diberikan kepada PT. Tirta Wahana Bali Internasional karena dinilai bertentangan dengan konsep Tri Hita Karana. ForBali mengajak seluruh masyarakat Bali untuk bersama-sama dengan berbagai upaya dan strategi rencana dalam menolak reklamasi di Teluk Benoa. Dengan menggunakan pendeketan teori Social Movement milik Donatella Della Porta dan Mario Diani serta menggunakan metode penelitian kualitatif seluruh proses dan upaya ForBali untuk menolak reklamasi di Teluk Benoa tersaji di dalam penelitian ini. Sejauh ini ForBali berhasil memberikan tekanan-tekanan berupa kritik, desakan, dan juga kampanye untuk menolak dengan tegas proyek Teluk Benoa.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAdvokasi ForBalien_US
dc.subjectSocial Movementen_US
dc.subjectReklamasi Teluk Benoaen_US
dc.titleAdvokasi ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi) dalam Penolakan Reklamasi Teluk Benoa pada tahun 2014-2020.en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18323157


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record