Pengaruh Kebijakan Fiskal Terhadap Tingkat Ketimpangan Antar Provinsi di Indonesia
Abstract
Pertumbuhan ekonomi di Indonesia berhasil mengalami peningkatan cukup
signifikan pasca krisis moneter yang melanda, sebagai salah satu negara yang memiliki
tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi sejak krisis ekonomi terakhir kali.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di Indonesia juga dibantu dengan menurunnya
tingkat kemiskinan yang ada di Indonesia. Meskipun Indonesia berhasil meningkatkan
pertumbuhan ekonomi dan menurunkan jumlah kemiskinan, hal ini tidak mengikuti
menurunnya ketimpangan pendapatan yang terjadi di Indonesia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kebijakan fiskal terhadap ketimpangan
antar Provinsi yang ada di Indonesia di tahun 2018-2022. Data dalam penelitian ini
menggunakan data sekunder. Data sekunder merupakan data yang tidak langsung di
dapat tetapi melalui pihak ketiga. Sumber data yang diperoleh dari Kementrian
Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu), dan Badan Pusat Statistik (BPS). Adapun
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data time series dalam kurun waktu 5
tahun dari tahun 2018-2022, sedangkan data cross section terdiri dari seluruh Provinsi
yang ada di Indonesia. Adapun data yang meliputi yaitu data, Gini Ratio, Pajak, Subsidi,
Pengeluaran Pemerintah, dan PDRB. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu regresi data panel. Data panel merupakan penggabungan data antara time series
dan cross section. Alat yang dipakai yaitu Eviews 12. Hasil menunjukkan bahwa pajak dan
pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh terhadap ketimpangan. Namun, hasil dari
subsidi berpengaruh positif terhadap ketimpangan. Hasil dari PDRB berpengaruh
negatif sehingga dapat untuk menurunkan ketimpangan yang ada di Provinsi di
Indonesia.
Collections
- Economics [2642]
