Show simple item record

dc.contributor.authorAzmy, Harvi Dievana Silmi Nabila
dc.date.accessioned2024-07-10T03:35:59Z
dc.date.available2024-07-10T03:35:59Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50697
dc.description.abstractDaerah Sewon Bantul berpotensi menjadi pusat industri kreatif skala nasional yang dibuktikan sekitar 70% produk kerajinan seperti gerabah, batik, dan kulit karya dari seniman kreatif bantul. Dengan demikian, industri kreatif ditetapkan sebagai prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) agar berhasil perlu partisipasi dan dukungan oleh pelaku ekonomi kreatif. Bantul Collaborative dirancang menggunakan metode Pattern-Based Framework Space yang berfokus merespon potensi Kabupaten Bantul dalam industri kreatif subsektor kekriyaan. Tahapan desain yang dilakukan yaitu penentuan isu perancangan, melakukan studi preseden dan mempelajari pola ruang preseden bangunan serupa, mengidentifikasi kebutuhan pengguna, tipologi, konteks, dan elemen yang akan diterapkan, kemudian menerapkan desain dalam rancangan hasil dari studi preseden. Konsep penataan ruang yang diterapkan adalah mixed layout yang sangat cocok untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi kinerja yang tinggi. Dengan gabungan ruang terbuka untuk publik dan tertutup bagi pengelola dan pengrajin mampu berkolaborasi dan beraktivitas lebih fleksibel. Sehingga keluaran dari perancangan ini adalah bangunan yang terdiri dari 3 massa bangunan terpisah namun masih berada didalam satu kawasan dikarenakan pada setiap bangunan memiliki privasi flow intensitas kerja yang berbeda. Dimana Bangunan pertama terdiri dari ruang pamer, art store, pujasera, dan workshop dikhususkan untuk publik. Sementara Bangunan kedua dikhususkan secara privat hanya bisa diakses oleh pengrajin dan pengelola yang terdiri dari makerspace, ruang diskusi, area pengelola, dan ruang fasilitas pendukung bagi pengrajin. Bangunan ketiga adalah ruang service yang terdiri dari musholla dan toilet yang diperuntukkan bagi umum. Perancangan ini mengintegrasikan elemen-elemen alami untuk menciptakan koneksi visual dengan alam melalui bukaan yang lebar untuk memperluas pandangan pengguna yang melihat pemandangan ke luar ruang sementara sirkulasi udara bangunan tetap terjaga, penggunaan vegetasi eksisting yang memberikan gaya desain kesan hijau dan rindang di sekitar area bangunan, dan pemilihan material alami seperti kayu dan batu alam yang sustainable tanpa mengesampingkan estetika dan fungsi bangunan. Selain itu, penggunaan elemen air yang mengeluarkan suara gemercik dengan jarak sesuai dapat menambah dimensi artistik dan meningkatkan ketenangan dan kreativitas pengguna. adapun penyelesaian kenyamanan pengguna melalui alur sirkulasi yang jelas dan nyaman dengan hanya satu pintu masuk dan keluar yang sama melalui jalan Parangtritis, Penentuan jarak furniture dilakukan berdasarkan karakteristik fisik ruangan dan regulasi keselamatan, bagian ventilasi menggunakan kisikisi jendela yang memiliki kemampuan difusi sinar matahari sekaligus memberikan kendali atas aliran udara. Pengadaan bukaan melalui pengaturan pintu dan jendela di posisi yang tepat guna memaksimalkan cahaya alami yang masuk.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCollaborative Spaceen_US
dc.subjectBantulen_US
dc.subjectPenekanan Koneksi dengan Alamen_US
dc.titlePerancangan Collaborative Space di Sewon Bantul dengan Penekanan Koneksi dengan Alamen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19512054


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record