Show simple item record

dc.contributor.authorFadhilah, Muthia Nursetyaning
dc.date.accessioned2024-07-10T01:48:34Z
dc.date.available2024-07-10T01:48:34Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50690
dc.description.abstractLatar belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) adalah kondisi penurunan fungsi ginjal yang diindikasikan oleh penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR) < 60 mL/min/1.73 m2 selama minimal 3 bulan. Insidensi PGK terus meningkat, seperti yang ditunjukkan oleh data Annual Report of Indonesian Renal Registry pada tahun 2018, yang mencatat 132.142 pasien PGK yang menjalani hemodialisis, meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Anemia, sebagai komplikasi umum pada PGK, berkaitan dengan penurunan kualitas hidup dan peningkatan morbiditas serta mortalitas pasien. Erythropoietin stimulating agent (ESA) digunakan untuk mengatasi anemia pada pasien PGK, namun terkadang ditemukan resistensi terhadap ESA yang dapat dinilai dengan Eritropoietin Resistance Index (ERI). Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), status anemia, angka leukosit, angka trombosit, platelet to lymphocyte ratio, kadar ureum dan kreatinin dapat memengaruhi terjadinya resistensi eritropoietin. Tujuan Penelitian: mengetahui profil pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis berdasarkan Erythropoietin Resistance Index (ERI) berdasarkan deskripsi usia, jenis kelamin, indeks masa tubuh (IMT), status anemia, angka trombosit, angka leukosit, platelet to lymphocyte retio (PLR), kadar ureum dan kreatinin. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif. Teknik mendapatkan sampel dengan consecutive sampling yaitu mencari pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sampai dipenuhi jumlah sampel yang diperlukan yaitu 97. Data diambil melalui rekam medis dan hasil laboratorium. Hasil dan Kesimpulan: Berdasarkan tiga tertil ERI, mayoritas pasien dengan ERI tinggi memiliki dominasi jenis kelamin perempuan (90.9%), indeks massa tubuh yang lebih rendah (<18.5: 50.0%), kejadian anemia (100%), kecenderungan leukosit dan trombosit rendah, dan peningkatan rata-rata Platelet to Lymphocyte Ratio.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPenyakit Ginjal Kronisen_US
dc.subjectErythropoietin Resistance Index (ERI)en_US
dc.subjectHemodialisisen_US
dc.titleProfil Pasien Penyakit Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisis Berdasarkan Erythropoietin Resistance Index di RS PKU Muhammadiyah Bantul Tahun 2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711133


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record