Show simple item record

dc.contributor.authorKusuma, Bima Bahitsu’ali Afnan
dc.date.accessioned2024-07-01T05:06:55Z
dc.date.available2024-07-01T05:06:55Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50637
dc.description.abstractPasar Sepinggan, sebagai salah satu pasar di Kota Balikpapan yang memiliki keberagaman budaya masyarakatnya karena mayoritasnya merupakan perantauan. Kebudayaan yang beragam ini menjadi tantangan besar dalam menciptakan suatu identitas Kota Balikpapan yang berada di Pulau Kalimantan namun dengan penduduknya yang justru heterogen. Pada awalnya, pasar ini hanya untuk mewadahi pasar pagi bagi sebagian kecil masyarakat bagian Balikpapan Selatan. Namun, seiring waktu semakin padatnya Kota Balikpapan dan masih minimnya pasar yang sesuai standarisasi menyebabkan degradasi kelayakan fungsionalnya. Keadaan ini memberikan perhatian besar ditengah pentingnya roda perekonomian harus didukung prasarana yang mumpuni, hal ini berkaitan dengan pembaharuan fisik bangunan akibat degradasi kelayakan, jumlah pedagang yang meluber hingga jalan raya dan perkampungan, akses yang sudah tidak dapat diketahui, sirkulasi yang tidak dapat digunakan, tata ruang dagang yang tidak memiliki pengaturan, dan bentuk bangunan yang perlu memiliki peningkatan dalam ekspresi arsitektur. Adapun aspek yang menjadi pertimbangan lainnya adalah menggiatkan pengelolaan sampah organik menjadi kompos yang sudah ada. Dalam hal ini, terdapat pengelola pasar dan paguyuban pedagang pasar yang dapat memberikan kontribusi dengan adanya inovasi pengolahan kompos hingga pertanian pada pasar yang menjadi sebuah nilai baru masyarakat setempat atau bahkan menjadi contoh bagi Kota Balikapapan. Hasil pertanian dapat dijual dan dimanfaatkan lebih lanjut menjadi produk kuliner. Namun, Batasan pada perancangan yaitu pertanian yang menjadi promosi ekosistem sosial dan ekologi bagi kota. Maka, Perancangan Pasar Tradisional Hijau Sepinggan menerapkan pendekatan Arsitektur Perilaku. Arsitektur Perilaku menekankan pada Behavior Setting berkaitan dengan kebutuhan ruang pengguna, Spatial Cognition berkaitan dengan kenyamanan gerak dan peningkatan alur aktifitas pengguna serta Environtment Perception berkaitan dengan ekspresi bangunan yang dikenal tentang nilai baru identitas Pasar Sepinggan Balikpapan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPasar Tradisional Sepingganen_US
dc.subjectUrban Farmingen_US
dc.subjectArsitektur Perilakuen_US
dc.subjectSetting Perilakuen_US
dc.subjectKognisi Spasialen_US
dc.subjectPersepsi Lingkunganen_US
dc.titlePerancangan Pasar Tradisional Hijau Sepingganen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19512188


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record