Show simple item record

dc.contributor.authorDzulhaq, Asad Buana
dc.date.accessioned2024-06-19T05:08:37Z
dc.date.available2024-06-19T05:08:37Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50069
dc.description.abstractKebudayaan adalah nilai penting yang dimiliki oleh setiap bangsa. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah pelestari budaya Nusantara, khususnya budaya jawa. Karaton Ngayogyakarta melakukan upaya dalam merespon isu kebudayaan dengan mengadakan agenda-agenda kesenian berskala internasional. Untuk menganalisis penelitian ini, penulis menggunakan teori diplomasi budaya oleh Tulus Warsito dan Kartika Sari. Dimana teori ini menjelaskan bahwa diplomasi budaya adalah upaya suatu aktor diplomasi baik negara atau non-negara untuk memperjuangkan kepentingannya melalui nilai-nilai kebudayaan. Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat melakukan kegiatan diplomasi budaya pada situasi damai, dimana Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memiliki hubungan bilateral yang harmonis dengan negara lain khususnya negara yang telah menjadi mitra. Sehingga diplomasi budaya dapat dilaksanakan dengan bentuk eksibisi dan konferensi. Eksibisi yang dimaksud adalah pameran kesenian yang dilaksanakan oleh Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan tujuan untuk memperoleh pengakuan. Pengakuan tersebut dibutuhkan untuk membentuk citra positif Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai aktor kebudayaan. Sarana kesenian digunakan sebagai media untuk memperoleh tujuan dari diadakannya kegiatan yang berbentuk eksibisi dan konferensi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiplomasi Budayaen_US
dc.subjectKaraton Ngayogyakarta Hadiningraten_US
dc.titleDiplomasi Kebudayaan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat melalui Kesenian pada Tahun 2012-2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19323212


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record