Pola Pengelolaan Peternakan Sapi dan Manfaat Sosial Ekonomi : Studi Kasus Peternakan Sapi Perorangan dan Feedlot di Provinsi Lampung
Abstract
Indonesia menunjukkan potensi yang besar dalam pengembangan peternakan ruminansia
khususnya pada sektor sapi potong. Fakta ini dapat diperkuat dengan pertumbuhan
populasi sapi potong di Indonesia yang terus meningkat tiap tahunnya yaitu dari
12.759.838 pada tahun 2009 menjadi 17.050.006 pada tahun 2018 (BPS 2018). Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis tatacara pengelolaan dan sosial ekonomi peternakan sapi
perorangan dan feedlot di Provinsi Lampung. Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data primer yang diperoleh secara langsung melalui metode wawancara secara
langsung di lapangan dengan narasumber yang terkait. Validitas data menggunakan teknik
Triangulasi, menggunakan tiga jenis Triangulasi yaitu Triangulasi Sumber, Triangulasi
Teknik, dan Triangulasi waktu. Hasil penelitian ini pengelolaan peternakan sapi rata-rata
sudah modern, tidak hanya menggunakan rumput saja untuk pakan ternak tetapi sudah
menggunakan konsentrat. Pasar penjualan sapi sudah meluas keluar Provinsi Lampung.
Tingkat Pendidikan dan umur tidak berpengaruh terhadap pengelolaan ternak sapi tetapi
pengalaman beternak berpengaruh terhadap pola peternakan. Tidak ada perbedaan dalam
aspek kesejahteraan ekonomi antara peternakan perorangan dan feedlot karena keduanya
sama-sama menghasilkan dan memberikan manfaat ekonomi. Peternakan sapi perorangan
dapat meningkatkan pendapatan pemiliknya dan juga berperan sebagai sumber tabungan
darurat. Di sisi lain feedlot memberikan kontribusi terhadap perekonomian lokal dengan
menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Collections
- Economics [2634]
