Show simple item record

dc.contributor.authorRosa, Urva Najicha Septia
dc.date.accessioned2024-06-13T06:50:57Z
dc.date.available2024-06-13T06:50:57Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/50018
dc.description.abstractLatar Belakang: Hiperpigmentasi merupakan kondisi kulit yang mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap. Inhibitor tirosinase digunakan dalam produk kosmetik sebagai pencegah terjadinya hiperpigmentasi. Hiperpigmentasi dapat dihambat oleh flavonoid yang terkandung dalam biji kelor dengan menghambat enzim tirosinase. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas inhibisi tirosinase ekstrak terstandar biji kelor Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan secara secara in vitro. Biji kelor diekstraksi dengan etanol 70% hingga diperoleh ekstrak kental. Selanjutnya, ekstrak diuji aktivitas inhibitor enzim tirosinase. Pada percobaan aktivitas inhibitor enzim tirosinase digunakan asam kojat sebagai kontrol positif dan substrat yang digunakan yaitu LTyrosine. Hasil: nilai IC50 ekstrak biji kelor yang diperoleh yaitu 81,966μg/ mL sedangkan hasil uji aktivitas inhibitor asam kojat sebagai kontrol positif sebesar 96,54 μg/ mL. Simpulan: Berdasarkan hasil uji aktivitas inhibitor yang didapat dari ekstrak etanol biji kelor memiliki nilai IC50 dengan potensi inhibisi yang kuaten_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEkstrak Biji Keloren_US
dc.subjectInhibitor Tirosinaseen_US
dc.subjectFlavonoiden_US
dc.titleUji Aktivitas Anti-tyrosinase Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera Lam.) secara In Vitroen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM18711019


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record