• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Tradisi Adat Mellattigi dalam Pernikahan Suku Mandar di Desa Binanga Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat (Ditinjau dari Antropologi Hukum Islam)

    Thumbnail
    View/Open
    20421043.pdf (3.500Mb)
    Date
    2024
    Author
    Yusbar, Nidaan Khafiyya
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tradisi Adat Mellattigi merupakan serangkaian upacara pernikahan adat yang ada sejak zaman sebelum islam masuk di Indonesia dan masih berjalan hingga saat ini, namun setelah adat ini di islamisasikan terdapat beberapa perubahan dari bentuk pelaksanaannya. Tradisi Adat Mellattigi juga disebut sebagai simbol doa serta obat bagi para calon mempelai pengantin demi kesejahteraan dan keselamatan hidup calon mempelai yang di yakini juga sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksaan Tradisi Adat Mellattigi Dalam Pernikahan Suku Mandar di Desa Binanga, serta mengetahui bagaimana Tinjauan antropologi Hukum Islam yang bekerja di dalam tradisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (Field Research) yang bersifat kualitatif dengan pendekatan antropologi hukum islam. Data diperoleh melalui tokoh agama, budayawan, calon memepelai (to pellatigiang), dan orang yang telah melaksanakan pellatigiang. Studi kasus dapat diperoleh dari observasi pelibatan dan observasi secara langsung terjun kelapangan, wawancara catatan harian serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pertama, Tradisi Adat Mellattigi telah di islamisasikan.dan tidak melanggar syariat Islam. Kedua, Mellattigi memiliki karakteristik dari gabungan Kaidah Al- ‘Adah Muhakkamah dan‘Urf dan adat ini termasuk ke dalam golongan al-‘urf al- shahih. Ketiga, meskipun Mellattigi merupakan hukum adat tidak tertulis tetapi hal ini didasarkan pada asas legalitas berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/49965
    Collections
    • Islamic Law [924]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV