• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perjanjian Perkawinan dalam Perspektif Maqāṣid Asy- Syarī‘ah di KUA Kapanewon Sleman Kabupaten Sleman Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    20421003.pdf (1.757Mb)
    Date
    2024
    Author
    Putrideliana, Shifa
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Perjanjian perkawinan merupakan perjanjian yang dibuat pada sebelum atau pada saat kehidupan perkawinan itu berlangsung, yang dapat menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh dalam menghadapi berbagai permasalahan dalam pernikahan karena memiliki tujuan yaitu adanya tindakan preventif apabila terjadi perceraian, namun masih sedikit masyarakat Kapanewon Sleman yang mengetahui dan memahami tentang perjanjian perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi perjanjian perkawinan di masyarakat Kapanewon Sleman serta perjanjian perkawinan tersebut sesuai dengan mmaqāṣid asy-Syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, lokasi penelitian ini di Kantor Urusan Agama Kapanewon Sleman dengan informan penelitian yaitu kepala KUA, penghulu, staff KUA, dan pasangan yang melaksanakan perjanjian perkawinan. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, bahwa pelaksanaan perjanjian perkawinan dalam lima tahun terakhir ini hanya satu pasangan yang melaksanakan perjanjian perkawinan di KUA Kapanewon Sleman karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait perjanjian perkawinan. Kedua, dalam perspektif maqāṣid asy-Syarī‘ah tujuan dari perjanjian perkawinan ada relevansinya dengan tujuan maqāṣid asy-Syarī‘ah yaitu ḥifżu an-nafs (menjaga jiwa) sebagaimana di dalam perjanjian perkawinan mengatur pemenuhan hak dan kewajiban bagi para pihak, ḥifżu an-nasb (menjaga keturunan) seperti pemenuhan hak dan kewajiban anak-anak mereka, dan ḥifżu maal (menjaga harta) karena perjanjian perkawinan di KUA Kapanewon Sleman banyak mengatur terkait pembagian harta sehingga hal itu dapat memudahkan pembagian harta gono-gini dan mencegah perselisihan apabila terjadi perceraian.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/49933
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV