Show simple item record

dc.contributor.authorFaviverdi, Farrahan
dc.date.accessioned2024-05-31T07:58:09Z
dc.date.available2024-05-31T07:58:09Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49782
dc.description.abstractLatar belakang: Tahun 2021 WHO menyatakan kelahiran sesar meningkat, sebanyak 1 dari 5 kelahiran. Diprediksi pada tahun 2030 presesntasi kelahiran sesar sebanyak 29% dari total kelahiran. Metode ERACS terbukti memberikan kepuasan yang lebih baik. Tujuan: Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui perbandingan tingkat kepuasan pasien Berdasarkan efek samping mual muntah, mobilisasi dini dan durasi rawat inap post SC ERACS dan Non-ERACS. Metode Penelitian: Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, serta pengambilan data dengan indepth interview Hasil: Pasien ERACS mampu melakukan mobilisasi dini lebih awal dalam 24 jam pertama. Efek samping mual muntah lebih minimal pada pasien ERACS dibandingkan pasien Non-ERACS. Durasi Ranap pasien ERACS lebih singkat. Ada perbedaan tingkat kepuasan pasien ERACS dan Non-ERACS, pasien dengan ERACS cukup puas dengan tindakan yang dilakukan, karena Efek samping mual dan muntah lebih minimal, Mobilisasi Dini yang lebih cepat, serta Durasi Rawat Inap yang lebih singkat. Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara durasi rawat inap, efek samping mual dan muntah, serta kemampuan mobilisasi dini pasien. Pasien yang menjalani bedah ERACS lebih sedikit mengalami efek samping mual dan muntah, Kemampuan Mobilisasi dini lebih awal dan durasi rawat inap yang lebih singkat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMobilisasi Dinien_US
dc.subjectEfek Samping Mual dan Muntahen_US
dc.subjectDurasi Rawat Inapen_US
dc.titlePerbandingan Tingkat Kepuasan pada Post Sectio Caesarea Konvensional dan Metode Eracs (Studi Kualitatif)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20711021


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record