• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efek Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Albumin Serum Pada Tikus Wistar yang diinduksi Paracetamol

    Thumbnail
    View/Open
    20711204.pdf (1.809Mb)
    Date
    2024
    Author
    Irawan, Rizqy Alyaa Putri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Paracetamol merupakan obat yang sering dipakai sebagai analgesik dan antipiretik dengan dosis terapetik 4 gram/hari. Angka kejadian keracunan akibat paracetamol masih cukup tinggi. Kerusakan hepar yang disebabkan paracetamol dosis letal menyebabkan kenaikan kadar enzim serum hepar dan penurunan albumin. Temulawak memiliki kandungan xanthorrhizol dan kurkumin berfungsi sebagai hepatoprotektor dengan menangkap radikal bebas dan menekan sintesis faktor transkripsi gen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak temulawak terhadap kadar albumin serum pada curcuma Wistar yang diinduksi paracetamol. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian true eksperimental (pretest-postest with control group). Sebanyak 25 ekor tikus dibagi dalam 5 kelompok, kelompok I merupakan kontrol I (K1) dengan perlakuan menggunakan akuades, kelompok II sebagai kontrol 2(K2) yang diberikan paracetamol dengan dosis 2000 mg/kgBB, kelompok III (P1) diberikan ekstrak temulawak dosis mg/kgBB dihari ke 8 selama 14 hari dan paracetamol dengan dosis 1350 mg/kgBB dihari ke 19 sampai 21 selama 3 hari. Kelompok perlakuan 2 (P2) akan diberikan ekstrak temulawak dengan dosis 1600 mg/kgBB dihari ke 8 selama 14 hari dan paracetamol dengan dosis 2000 mg/kgBB dihari ke 19 sampai 21 selama 3 hari. Kelompok perlakuan 3 (P3) akan diberikan ekstrak temulawak dengan dosis 3200 mg/kgBB dihari ke 8 selama 14 hari dan paracetamol dengan dosis 2000 mg/kgBB dihari ke 19 sampai 21 selama 3 hari. Pemberian paracetamol dan ekstrak temulawak dihitung sesuai berat badan. Dilakukan pengukuran kadar albumin serum sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil: Ekstrak temulawak dengan dosis 1600 dan 3200 mg/kgBB memiliki efek hepatoprotektif yang lebih baik dibandingkan dengan dosis 800 mg/kgBB. Secara statistik perbedaan signifikan dengan nilai p = 0.000 (p<0,05). Keimpulan: Terdapat efek yang bermakna pada pemberian ekstrak temulawak terhadap perubahan kadar albumin serum pada Tikus Wistar yang diinduksi Paracetamol dosis toksik.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/49708
    Collections
    • Medical Education [2860]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV