Show simple item record

dc.contributor.authorAmeliya, Putri
dc.date.accessioned2024-05-28T06:21:13Z
dc.date.available2024-05-28T06:21:13Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49646
dc.description.abstractPeriod Poverty dan ketidaksetaraan gender merupakan isu yang cukup krusial di India. Perempuan di India yang mengalami menstruasi cenderung tidak terpenuhi hak-haknya dan dibatasi kebebasannya. Faktor-faktor sosial budaya seperti kasta dan keyakinan agama serta ekonomi membuat para perempuan yang berada di pedesaan dan kalangan bawah semakin tertindas dan mengalami diskriminasi. Stigma yang buruk dan tabu membuat edukasi terkait menstruasi selalu dihindari sehingga para perempuan di India tidak mendapatkan cukup pengetahuan tentang menstruasi. Selain itu masa Pandemi Covid-19 juga memperburuk keadaan para perempuan yang kesulitan mengakses produk-produk kebersihan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi peran pemerintah India dalam menangani isu period poverty, selama periode 2019- 2023. Analisis ini berdasar pada teori Feminisme Liberal Klasik, dimana terdapat lima poin kunci yang nantinya menjadi fokus dari teori ini dalam menghilangkan ketidaksetaraan gender dan pembatasan kebebasan perempuan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPemerintah Indiaen_US
dc.subjectKemiskinan Menstruasien_US
dc.subjectKetidaksetaraan Genderen_US
dc.subjectTeori Feminisme Liberal Klasiken_US
dc.subjectManajemen Kebersihan Menstruasien_US
dc.titlePeran Pemerintah India dalam menanggapi Isu Period Poverty di India pada Tahun 2013-2023 ditinjau dari Teori Feminisme Liberal Klasiken_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323095


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record