Show simple item record

dc.contributor.authorAdelia, Devi
dc.date.accessioned2024-05-16T02:40:17Z
dc.date.available2024-05-16T02:40:17Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49306
dc.description.abstractBerbagai upaya pendekatan hubungan bilateral Indonesia dengan Argentina dinilai belum mampu mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia sejak tahun 2019. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia yaitu dengan membentuk Working Group on Trade and Investment. Namun, dari tahun 2019 hingga tahun 2022 justru defisit neraca perdagangan Indonesia mengalami peningkatan. Melihat hal demikian, maka penelitian ini akan membahas tentang mengapa pemerintah Indonesia belum berhasil mengurangi defisit perdagangan di tahun 2019-2022 meskipun telah melakukan pendekatan hubungan bilateral dengan Argentina. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan model Ekonomi Politik Kebijakan Perdagangan yang dikemukakan oleh Dani Rodrik untuk menganalisis faktor penyebab defisit perdagangan yang terjadi. Pemerintah Indonesia belum berhasil mengurangi defisit perdagangan di tahun 2019-2022 dengan Argentina karena hal tersebut disebabkan oleh kebijakan peningkatan impor yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terhadap komoditas bahan baku untuk pembuatan pakan ternak seperti jagung, bungkil, soybean meal, gandum dan meslin yang kemudian tidak imbangi dengan peningkatan ekspor ke Argentina.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDefisiten_US
dc.subjectPerdaganganen_US
dc.subjectKebijakanen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.subjectArgentinaen_US
dc.titleFaktor Penyebab Defisit Perdagangan Indonesia dengan Argentina di Tahun 2019 - 2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323306


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record