Propaganda Anti-taliban Amerika Serikat melalui Film Hollywood 2017-2023
Abstract
Penelitian ini menganalisis tentang anti-Taliban yang direpresentasikan dalam film-
film Hollywood dengan menggunakan empat sampel judul film yaitu War Machine
(2017), 12 Strong (2018), Kandahar (2023), dan The Covenant (2023) dengan
menggunakan analisis teori komunikasi politik Harold D. Lasswell (Who, Says
What, In Which Channel, To Whom, dan With What Effect). Peristiwa runtuhnya
menara Kembar World Trade Center 11 September 2001, membuat semua terfokus
pada aksi terorisme yang membuat hubungan antara Taliban dan Amerika Serikat
mengalami ketegangan karena Taliban memilih untuk melindungi pelaku dari
serangan tersebut yaitu Osama bin Laden sehingga rezim Taliban pada masa itu
berhasil digulingkan. Pasca peristiwa tersebut beberapa film mengangkat peristiwa
serupa dengan latar yang beraneka ragam. Penelitian ini menunjukan bahwa dalam
film-film Hollywood terdapat representasi negatif terhadap Taliban. Taliban
dilabelkan sebagai kelompok teroris yang kejam dan tidak memperdulikan adanya
Hak Asasi Manusia. Hasil analisis dalam penelitian ini bahwa Amerika Serikat
memanfaatkan industri Hollywood untuk menyebarkan pesan propaganda melalui
film-filmnya seperti War Machine (2017), 12 Strong (2018), Kandahar (2023), dan
The Covenant (2023) dengan cara merepresentasikan Taliban sebagai baddies
(orang jahat) sedangkan Amerika Serikat sebagai goodies (orang baik) untuk
menunjukkan kepada dunia siapa Amerika Serikat sebenarnya.
Collections
- International Relations [926]
