Show simple item record

dc.contributor.authorPangestu, Dimas Ilham Arya
dc.date.accessioned2024-05-08T04:04:12Z
dc.date.available2024-05-08T04:04:12Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/49004
dc.description.abstractPenelitian membahas mengenai relasi interdependensi kompleks Indonesia-Tiongkok dalam mewujudkan Poros Maritim Dunia (PMD) pada periode 2019-2023. Kerja sama pada kedua negara tersebut berfokus pada kerja sama melalui Belt and Road Initiatives yang menjadi komponen penting untuk mendukung ambisi Indonesia. Dalam mewujudkan PMD, Tiongkok dan Indonesia melibatkan perusahaan multinasional (MNC) dan Organisasi Internasional (OI) sebagai penengah kerja sama kedua negara. Pendekatan Soft Power lebih diutamakan daripada Hard Power sebagaimana yang dimaksud pada teori interdependensi kompleks. Pada kerja sama kedua negara terdapat dinamika yang menimbulkan kekhawatiran sosial sehingga keputusan Indonesia untuk menyetujui kerja sama dengan Tiongkok dipertanyakan. Namun, kerja sama Indonesia-Tiongkok dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi kedua negara karena kerja sama ini saling membutuhkan satu sama lain, Indonesia membutuhkan Tiongkok untuk dapat mewujudkan PMD dan Tiongkok membutuhkan Indonesia sebagai komponen penting untuk menjalankan proyek BRI, hal ini menjadi bentuk suatu interdependensi yang cukup kompleks. Penelitian ini akan meneliti lebih lanjut mengenai perkembangan kerja sama Indonesia-Tiongkok yang pada dasarnya sudah berjalan sejak tahun 2014 lalu.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectIndonesiaen_US
dc.subjectTiongkoken_US
dc.subjectBelt and Road Initiativeen_US
dc.subjectPoros Maritim Duniaen_US
dc.subjectInterdependensi Kompleksen_US
dc.titleRelasi Interdependensi Kompleks Indonesia terhadap Tiongkok dalam visi Poros Maritim Dunia Tahun 2019-2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20323035


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record