Show simple item record

dc.contributor.authorSyariifah
dc.date.accessioned2024-05-02T03:29:17Z
dc.date.available2024-05-02T03:29:17Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/48817
dc.description.abstractMinyak jagung berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan biopelumas, agar ramah lingkungan dan dapat terbarukan. Metode yang digunakan yaitu transesterifikasi dengan dua tahap yaitu tahap pertama pembuatan metil ester (biodiesel), mereaksikan minyak jagung dan metanol dengan katalis NaOH. Tahap kedua pembuatan ester trimetilolpropana (biopelumas), mereaksikan metil ester dan trimetilolpropana dengan katalis NaOCH3. Biopelumas minyak jagung dikarakterisasi dengan FTIR dan GC-MS serta dilakukan analisis uji berdasarkan SNI 7069.2-2012. Biopelumas yang dihasilkan berupa fraksi cair memiliki tekstur kental dan berwarna kuning tua. Hasil karakterisasi FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi C=O (1740,41 cm-1 ), dan C-O (1168,53 cm-1 ) yang mengindikasikan adanya senyawa ester pada produk biopelumas menandakan bahwa reaksi transesterifikasi telah berhasil. GC-MS menghasilkan 2 senyawa utama yaitu senyawa 9,12-octadecadienoic acid (Z,Z)- dan senyawa 9-octadecenoic acid (Z)-, senyawa yang terbentuk merupakan senyawa yang terkandung dalam biopelumas. Hasil uji SNI biopelumas minyak jagung memiliki nilai viskositas kinematik pada suhu 100 °C sebesar 9,507 cSt, uji titik nyala 136 °C, uji titik tuang 0 °C dan uji korosi bilah tembaga peringkat 1A.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectMinyak Jagungen_US
dc.subjectTransesterifikasien_US
dc.subjectBiopelumasen_US
dc.titlePembuatan Biopelumas dari Minyak Jagungen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM20612053


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record