Pembuatan Biopelumas dari Minyak Jagung
Abstract
Minyak jagung berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan dasar
pembuatan biopelumas, agar ramah lingkungan dan dapat terbarukan. Metode yang
digunakan yaitu transesterifikasi dengan dua tahap yaitu tahap pertama pembuatan
metil ester (biodiesel), mereaksikan minyak jagung dan metanol dengan katalis
NaOH. Tahap kedua pembuatan ester trimetilolpropana (biopelumas), mereaksikan
metil ester dan trimetilolpropana dengan katalis NaOCH3. Biopelumas minyak
jagung dikarakterisasi dengan FTIR dan GC-MS serta dilakukan analisis uji
berdasarkan SNI 7069.2-2012. Biopelumas yang dihasilkan berupa fraksi cair
memiliki tekstur kental dan berwarna kuning tua. Hasil karakterisasi FTIR
menunjukkan adanya gugus fungsi C=O (1740,41 cm-1
), dan C-O (1168,53 cm-1
)
yang mengindikasikan adanya senyawa ester pada produk biopelumas menandakan
bahwa reaksi transesterifikasi telah berhasil. GC-MS menghasilkan 2 senyawa
utama yaitu senyawa 9,12-octadecadienoic acid (Z,Z)- dan senyawa 9-octadecenoic
acid (Z)-, senyawa yang terbentuk merupakan senyawa yang terkandung dalam
biopelumas. Hasil uji SNI biopelumas minyak jagung memiliki nilai viskositas
kinematik pada suhu 100 °C sebesar 9,507 cSt, uji titik nyala 136 °C, uji titik tuang
0 °C dan uji korosi bilah tembaga peringkat 1A.
Collections
- Chemistry [794]
