Show simple item record

dc.contributor.authorAfifah, Belia
dc.date.accessioned2024-04-29T05:30:17Z
dc.date.available2024-04-29T05:30:17Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/48735
dc.description.abstractSektor usaha kecil dan menengah menjadi salah satu sektor yang diperkirakan akan mengalami surplus proyek implementasi pada tahun-tahun belakangan. Sektor yang mendominasi UMKM adalah sektor industri kreatif, salah satunya yaitu sektor kosmetik. Tingkat pertumbuhan industri kosmetik ini tentu tidak dapat lepas dari ancaman kegagalan proyek akibat dinamika perkembangan pangsa pasar yang terus meningkatkan dengan elemen yang tidak pasti setiap tahunnya. Penelitian ini berfokus pada pengukuran kematangan proses bisnis serta penerapan kesiapan teknologi informasi pada UMKM sektor kosmetik di Yogyakarta. Tujuannya untuk mengetahui elemen apa saja yang mempengaruhi proses bisnis yang dijalankan UMKM saat ini, sehingga dapat dibandingkan satu sama lain antar studi kasus yang ada. Penelitian dilakukan pada UMKM CV Annauva dan UMKM Naisa Sk dengan menggunakan metode pengukuran 8 area Business Process Management Maturity (BPMM) teori McCormack dan Johnson yang dikombinasikan dengan IT Readinessteori Spinelli dan Haug. Hasil yang diperoleh untuk CV Annauva berada pada level kematangan proses bisnis Defined (level 2), sedangkan Naisa Sk berada pada level kematangan proses bisnis Ad Hoc (level 1). Berdasarkan hasil analisis dengan variabel BPM Maturity dan IT Readiness, kedua UMKM memerlukan perbaikan pada alur proses bisnis yang ada. Dalam penelitian ini perbaikan proses bisnis dilakukan dengan merancang dan membandingkan proses bisnis (awal) dengan proses bisnis (rekomendasi) direkomendasikan bagi pemilik usaha untuk terus melakukan peningkatan proses menggunakan model process business improvement dan simulasi pada software bizagi modeler. Hasil simulasi dan perbandingan proses bisnis (rekomendasi) pada UMKM 1 (CV Annauva) terjadi peningkatan sebesar 30,17% dengan waktu ekseskusi awal 52 hari, 4 jam dan 45 menit, berkurang menjadi 22 hari 13 jam dan 21 menit. Sedangkan untuk UMKM 2 (Naisa SK) terjadi peningkatan sebesar 3,35% dengan waktu ekseskusi awal 58 hari, 12 jam dan 45 menit, berkurang menjadi 56 hari, 13 jam dan 45 menit.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectBusiness Process Management Maturityen_US
dc.subjectIT Readinessen_US
dc.subjectBusiness Process Improvementen_US
dc.subjectUsaha Mikro Kecil dan Menengahen_US
dc.titlePengukuran Business Process Maturity dan IT Readiness Pada UMKM Kosmetik di Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19916024


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record