• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Master of Islamic Studies
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Nalar Hukum Islam ‘Ali Jum'ah (Telaah Kitab An-Namāżij Al-Arbaʻah min Hady An-Nabī Ṣallá Allāh ʻAlayhi wa-Sallam fī At-Taʻāyush Maʻa Al Ākhar: Al-Usus wa Al-Maqāṣid)

    Thumbnail
    View/Open
    21913008.pdf (1.818Mb)
    Date
    2023
    Author
    Irsyadi, Muhammad Amrul
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kajian istinbāṭ mengalami evolusi yang masif dari berbagai pemikir muslim. Diantaranya adalah ‘Alī Jum’ah, seorang ulama tradisional namun tetap moderat dalam merespon isu kontemporer. Perannya yang strategis dianggap sebagai representasi wajah Islam masa sekarang yang mampu menjawab problematika dengan ekstraksi hukum Islam. Tesis ini berupaya menelaah corak berfikir dari ‘Ali Jum’ah dan kemudian menuangkan gagasan dari An-Namāżij Al- Arbaʻah min Hady An-Nabī Ṣallá Allāh ʻAlayhi wa-Sallam fī Al-Taʻāyusy Maʻa Al-Ākhar. Nilai sosial, paradigma dan fikih prioritas merupakan analogi teori untuk melihat an-Namāżij, yang memposisikannya sebagai penalaran dalam menimbang hukum. Sosiologi ilmu pengetahuan dan analisa wacana kritis digunakan sebagai metode pendekatan data, lalu interpretive content analisis dalam melihat karya an-Namāżij al-Arb’ah. Tesis ini berkesimpulan: Pertama, nalar pemikiran ‘Alī Jum’ah berangkat atas perbedaan paradigma antara muslim dan non-muslim. Konstruksi pemikiran tajdīd berupa tawaran perubahan ṣiyag dan memberi ruang ilmu sosial sebagai mitra uṣūl fikih. Konstruksi teori fatwa ‘Alī Jum’ah beranjak dari tiga unsur yaitu memahami sumber (idrāk al-maṣādir), memahami realitas dalam teks sumber (idrāk al-maṣādir fī ẓilli idrāk al-wāqi’), dan kemampuan menghubungkan antara sumber yang mutlak dengan kejadian yang relatif. Kedua, gagasan dalam karya an-Namāżij adalah fase kenabian sebagai uswah dalam pemanfaatan istinbāṭ hukum. Perubahan paradigma menyesuaikan instrument individu atau kelompok dengan empat model fase an- Nahj an-Nabawī. Argumen memproduksi hukum temporal paradigma kenabian tersebut adalah teori nasakh yang dimaknai ‘Ali Jum’ah sebagai “penundaan”. Ketiga, tipologi baru an-Nahj an-Nabawī sebagai paradigma sosial ataupun Negara yang terjalin dengan model empat fase kenabian sehingga berkehidupan sesuai tuntunan sunnah berlaku bagi muslim yang bermukim di Negara manapun.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/48162
    Collections
    • Master of Islamic Studies [181]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV