Komparasi Metode Forecasting Elm dan Mlp Pada Harga Saham Penutupan Inco.JK dan INTP.JK
Abstract
Meningkatnya kesadaran berinvestasi dan kenaikan investor sebanyak 33% yang
tercatat pada KSEI, menimbulkan adanya kecenderungan pengambilan keputusan
saham yang agresif dan irasional. Seorang investor dapat mengamati pergerakan
harga saham dengan menganalisis fundamental perusahaan, namun dibalik itu
analisis teknikal juga tidak kalah baik dalam membaca pergerakan harga saham di
masa yang akan datang. investor perlu mengetahui proyeksi pergerakan harga
saham kedepan dengan harapan dapat menimalisir kerugian. Algoritma Extreme
Learning Machine dan MultiLayer Perceptron digunakan pada penelitian ini untuk
mengetahui algoritma mana yang paling sesuai dalam memproyeksikan pergerakan
harga saham di masa yang akan datang. Perbandingan algoritma ini menggunakan
harga saham dua perusahaan sektor basic materials berdasarkan nilai EPS, ROE
dan profitabilitas tertinggi dari saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45,
IDXQuality30, dan IDX-Basic. Kedua metode tersebut dibandingkan untuk melihat
metode yang lebih baik dalam melakukan peramalan harga saham yang diukur
dengan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Berdasarkan hasil
penelitian, metode Extreme Learning Machine mengungguli metode MultiLayer
perceptron dengan tingkat kesalahan mean absolute percetage error (MAPE) yang
lebih rendah.
Collections
- Islamic Economics [1147]
