• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Faculty of Law
    • Master of Public Notary
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Faculty of Law
    • Master of Public Notary
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kepastian Hukum Pengaturan Risalah Rups Secara Telekonferensi dalam Undang-undang Perseroan Terbatas

    Thumbnail
    View/Open
    21921021.pdf (741.3Kb)
    Date
    2023
    Author
    Mumpuni, Mahdum Islah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pengaturan risalah akta relaas RUPS PT Tertutup secara telekonferensi dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas masih belum diatur secara jelas dan tegas, sehingga menimbulkan ketidakpastian. Fokus kajian penelitian ini adalah Pertama, mengkaji pengaturan risalah RUPS apakah sudah sesuai dengan UU PT dan Kedua, memahami penandatanganan pemegang saham pada risalah RUPS. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah perundang-undangan dan konseptual. Teknik pengumpulan bahan hukum yaitu dengan studi kepustakaan dengan mengumpulkan dan mengkualifikasi bahan- bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pertama, pengaturan terkait risalah RUPS elektronik PT Tertutup yang ada dalam UU PT sudah bersesuaian tapi masih perlu dilakukan penegasan bahwa RUPS PT tertutup secara elektronik yang dibuat dengan akta relaas tidak perlu ditandatangani oleh pemegang saham, sehingga diperlukan analisis terhadap suatu teori untuk menemukan jawabannya. Kedua, agar risalah RUPS Telekonferensi tidak perlu ditandatangani semua pemegang saham, seyogyanya dinyatakan di hadapan Notaris dengan bentuk PKR (Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham). Saran yang dapat disampaikan adalah Pertama, seharusnya pemerintah membuat regulasi yang berkepastian hukum supaya tidak terjadi multitafsir hukum dalam prakteknya. Kedua, bagi notaris diperlukan suatu tindakan untuk melindungi posisi dirinya yaitu menerapkan prinsip kehati-hatian dengan cara memberlakukan penandatanganan pada seluruh pemegang saham di risalah RUPS secara elektronik.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/47143
    Collections
    • Master of Public Notary [142]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV