• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Faculty of Law
    • Master of Public Notary
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Faculty of Law
    • Master of Public Notary
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Implikasi Hukum Terhadap Syarik yang Tidak memberikan Bagi Hasil Atas Penyewaan Objek MMQ di BPD DIY Syariah

    Thumbnail
    View/Open
    20921051.pdf (3.681Mb)
    Date
    2023
    Author
    Vikron, Ahmad Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum syarik yang tidak memberikan bagi hasil atas pemanfaatan objek musyarakah mutanaqishah di BANK BPD DIY Syariah dan menganalisis akibat hukum terhadap akta akad musyarakah mutanaqishah yang dilegalisasi di hadapan Notaris. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang didukung oleh keterangan dari narasumber. Penulis menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum penelitian yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan narasumber, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, nasabah sebagai syarik yang tidak memberikan bagi hasil atas penyewaan objek musyarakah mutanaqishah di Bank BPD DIY Syariah dianggap telah melakukan wan prestasi karena perbuatan nasabah tersebut tidak sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 73/DSN-MUI/XI/2008 tentang Musyarakah Mutanaqishah dan akta akad musyarakah mutanaqishah tersebut dapat batal demi hukum jika salah satu pihak tidak memenuhi syarat objektif perjanjian. Kedua, akibat hukum terhadap akta akad Musyarakah Mutanaqishah (MMQ) yang dilegalisasi di hadapan Notaris adalah akta akad musyrakah mutanaqishah yang dilegalisasi di hadapan Notaris akan lebih kuat daripada akta di bawah tangan yang tidak dilegalisasi di hadapan Notaris. Akta di bawah tangan hanya memberi akibat hukum pembuktian yang sempurna demi keuntungan dari pihak penandatanganan hendak memberikan suatu bukti. Akibat hukum bagi Notaris terhadap akta akad musyarakah mutanaqishah adalah Notaris hanya bertanggung jawab sebatas identitas para pihak, wajib membacakan isi akta, tandatangan harus dilakukan dihadapan Notaris, dan hari, tanggal, waktu dilakukannya penandatanganan, kemudian membukukannya ke buku daftar yang telah disediakan. Notaris sebagai pihak ketiga akibat hukum pembuktiaannya adalah bebas, berbeda dengan akta autentik yang memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/47077
    Collections
    • Master of Public Notary [142]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV