• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PLACEMAKING: Antara FAKTA, MAKNA, dan AKSI

    Thumbnail
    View/Open
    002 SAKAPARI 11_Hastuti Saptorini.pdf (1.351Mb)
    Date
    2023-07-25
    Author
    Saptorini, Hastuti
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Keterbengkalaian lahan, belum termanfaatkannya ruang secara maksimal, gagalnya lahan/ruang untuk aktivitas, juga terhadap bangunan serta kawasan, masih menggejala di Indonesia. Ironinya, keterbatasan lahan di lingkungan tempat tinggal juga masih terjadi khususnya di kawasan perkotaan, sehingga mengakibatkan tingginya harga lahan yang berujung kepada menciutnya luas lahan untuk satuan unit rumah tinggal demi mengejar keterjangkauan harga kepemilikan rumah. Kondisi tersebut memicu munculnya peristiwa placemaking. Terkilah oleh tidak terpakainya ruang di area padat, secara spontan individual maupun komunitas memanfaatkan lahan/ruang “terbengkalai” tersebut untuk melakukan aktivitas sebagai pengisi keseimbangan berkehidupan. Secara “blessing in disguisse” lahan/ruang terbengkalai yang tadinya pasif dan mati, justru menjadi hidup dan terbangun aktivitas yang bermanfaat. Ruang pun lebih bermakna dan bernilai, baik secara sosial, ekonomi, budaya, edukatif, bahkan ekologis. Pengalaman positif ini banyak diidentifikasi, ditemukan, dielaborasi, dan dipublikasikan oleh para Peneliti placemaking. Temuan kajian dapat dijadikan dasar pertimbangan para Pemangku/Penentu kebijakan yang berkepentingan dan berwewenang untuk menindaklanjutinya sebagai aksi dalam bentuk penataan pembangunan. Melalui sejumlah pengalaman penelitian dan kajian tentang placemaking yang telah Penulis lakukan, paper ini diformulasikan dengan metode diskriptif analitis. Hasil kajian menemukan 4 poin utama. Pertama adalah bahwa placemaking tumbuh atas motivasi pendorong (kebutuhan manusia) dan penarik (kondisi setting/ruang). Kedua, ruang yang terbangun sebagai placemaking memberikan hasil yang maknawi baik secara psikologis, ekonomis, ekologis, dan edukatif. Ketiga, bahwa makna yang terkandung menghasilkan nilai manfaat secara faktual dan alamiah. Hal ini membutuhkan komitmen yang bijaksana bagi stakeholders khususnya para Pemangku Kebijakan. Keempat, dalih “pembangunan” sebagai aksi tindak lanjut fenomena placemaking diharapkan menjadi konsideran yang mengutamakan “people” sebagai aktor sasaran, agar nafas “kehidupan” yang telah dibangun masyarakat tetap berkelanjutan dengan asas berkeadilan. Dengan demikian, semangat dari sosial, untuk sosial, dan oleh sosial tetap bergaung, melekat, dan menggairahkan dalam kehidupan berplacemaking.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/46959
    Collections
    • SAKAPARI 2023 #SERIES 11 [95]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV