Show simple item record

dc.contributor.authorAmany, Farah Azzah
dc.date.accessioned2024-01-12T07:21:00Z
dc.date.available2024-01-12T07:21:00Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/46512
dc.description.abstractKrisis ekonomi yang terjadi di Sri Lanka pada tahun 2022 merupakan akumulasi dan ledakan dari kekacauan-kekacauan yang terjadi di dalam pemerintahan Sri Lanka selama beberapa tahun belakang. Sejak krisis ekonomi terburuk yang terjadi di Sri Lanka pada tahun 2022, situasi negara Sri Lanka menjadi semakin tidak terkendali. Banyak hal yang terjadi setelahnya. Bahkan sampai pada titik dimana masyarakat Sri Lanka sudah tidak dapat mempercayai pemerintahnya sendiri. Karena hal ini, banyak pejabat pemerintahan yang memilih untuk mengundurkan diri dari kursinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya kegagalan legitimasi yang dialami Sri Lanka pada tahun 2022. Sekaligus menganalisis kategori negara pada kegagalan legitimasi yang dialami Sri Lanka pada tahun 2022 berdasarkan teori Failed States yang dikemukakan oleh Robert I. Rotberg. Penelitian ini menemukan bahwa dalam dua dimensi dari indikator kegagalan negara, kondisi Sri Lanka termasuk ke dalam salah satunya, yang mana di dalamnya terdapat tiga aspek. Yakni institusi yang lemah, gagal menyediakan barang publik, dan kehilangan legitimasi di mata masyarakatnya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKrisisen_US
dc.subjectSri Lankaen_US
dc.subjectLegitimasien_US
dc.subjectBarang Publiken_US
dc.titleAnalisis Faktor Penyebab Kegagalan Pemerintah Sri Lanka Tahun 2022en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19323054


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record