• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Civil Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perbandingan Metode Pencampuran Konvensional dan Metode Pencampuran Dua Tahap terhadap Kinerja Hot Rolled Asphalt (HRA)

    Thumbnail
    View/Open
    17511206.pdf (5.170Mb)
    Date
    2023
    Author
    Firdaus, Maulana
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Lapisan jalan yang umum digunakan di Indonesia yaitu Lapis Aspal Beton (Laston) dan Lapis Tipis Aspal Beton (Lataston). Hal ini disebabkan aspal beton mempunyai beberapa kelebihan, salah satunya harga yang lebih terjangkau dibanding beton, akan tetapi penggunaan aspal memiliki ketahanan yang cukup kurang terhadap pengaruh air dan cuaca di Indonesia. Hot Rolled Asphalt (HRA) adalah salah satu jenis campuran aspal panas yang mempunyai sifat elastis yang tinggi dan mengandung agregat timpang (gap grade) dimana ada satu bagian fraksi yang tidak terdapat dalam campurannya. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi kerusakan perkerasan dan meningkatkan mutu campuran beraspal terhadap pengaruh air dengan adanya perbandingan dua metode pencampuran yaitu metode pencampuran konvensional dan metode pencampuran dua tahap pada campuran Hot Rolled Asphalt (HRA) dengan bahan ikat aspal Pen 60/70. Pada penelitian ini dilakukan empat tahapan pengujian. Tahap pertama dilakukan pengujian sifat fisik material yang digunakan yaitu berupa agregat dan aspal. Lalu, tahap kedua dilakukan pengujian untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO) yang digunakan pada campuran. Setelah didapatkan kadar aspal optimum (KAO), selanjutnya tahap ketiga dilakukan pengujian yang terdiri dari Marshall Test, Index of Retained strength (IRS), Indeks Durabilitas Pertama (IDP), Indeks Durabilitas Kedua (IDK), Indirect Tensile Strength (ITS), Tensile Strength Ratio (TSR), Cantabro Loss, dan Asphalt Flow Down (AFD) dengan menggunakan metode pencampuran konvensional dan dua tahap. Pada tahap terakhir dilakukan analisis hasil pengujian, pembahasan terhadap hasil analisis, dan mengambil kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pencampuran dua tahap pada campuran Hot Rolled Asphalt (HRA) memiliki pengaruh yang signifikan yang dapat meningkatkan kinerja dan ketahanan (durability) campuran dengan adanya pengaruh air. Pengaruh pelapisan awal aspal pada agregat kasar membuat pori campuran terisi dengan optimal, sehingga campuran dengan metode pencampuran dua tahap memiliki pori yang rapat dan kedap terhadap air. Hal ini dapat dilihat pada hasil pengujian Marshall yang menghasilkan nilai angka pori campuran yang rendah, karena banyaknya aspal yang mengisi rongga campuran, sehingga campuran memiliki nilai stabilitas yang baik. Selain itu, peningkatan ketahanan (durability) campuran dengan metode pencampuran dua tahap terhadap pengaruh air ditunjukkan pada hasil pengujian IRS, IDP, IDK, dan TSR dengan hasil yang lebih tinggi nilai ketahanannya. Begitupun nilai ITS dan Cantabro Loss pada campuran dengan metode pencampuran dua tahap memiliki kekuatan yang lebih baik dalam menerima beban. Pada pengujian AFD tidak ada pengaruh yang signifikan, karena penggunaan bahan ikat aspal yang sama.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/46327
    Collections
    • Civil Engineering [4760]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV