Show simple item record

dc.contributor.authorFauziyyah, Nur Hasna
dc.date.accessioned2023-10-20T03:52:41Z
dc.date.available2023-10-20T03:52:41Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/45625
dc.description.abstractMeningkatnya prevalensi penggunaan gawai secara berlebihan dapat berpotensi terhadap munculnya perilaku kecanduan. Kecanduan gawai membawa banyak dampak negatif seperti terhambatnya stabilitas emosi remaja, yang mana kecerdasan emosional berperan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara kecanduan gawai dengan kecerdasan emosional pada remaja yang duduk dibangku sekolah menengah pertama. Sampel akhir terdiri dari 302 siswa dengan rentang usia 12-17 tahun. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan dua skala, pertama skala kecanduan gawai milik Kwon, Kim, Cho, & Yang, 2013 yaitu Smartphone Addiction Scale-Short Version dan kedua, skala kecerdasan emosional milik Schutte, Malouff, Hall, Haggerty, Cooper, Golden, dan Dornheim (1998) yaitu Schutte Emotional Intelligence Scale berdasarkan konsep teoritis yang dikembangkan oleh Salovey dan Mayer (1990). Analisis data dengan menggunakan teknik statistik parametrik korelasi pearson product moment menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar - 0.599 dengan nilai signifikansi p = 0.000 (p<0.05). Hasil tersebut menjelaskan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan kecanduan gawai, yang mana semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah tingkat kecanduan gawai dan sebaliknya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectkecanduan gawaien_US
dc.subjectkecerdasan emosionalen_US
dc.subjectremajaen_US
dc.titleKecanduan Gawai Ditinjau dari Kecerdasan Emosional Remaja di Sekolah Menengah Pertama (SMP)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19320273


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record