• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 9
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 9
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PLACEMAKING RUANG PUBLIK BENDUNG LEPEN, BANTARAN SUNGAI GAJAH WONG, KAMPUNG MRICAN, GIWANGAN, YOGYAKARTA SEBAGAI OBJEK WISATA

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 9_20.pdf (814.1Kb)
    Date
    2022-03-05
    Author
    Hanifah, Shafira Nur
    Saptorini, Hastuti
    Fauzi, Hilmi Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ruang publik di bantaran sungai saat ini banyak dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas masyarakat area sekitar. Bendung Lepen merupakan ruang publik yang berada di pinggiran sungai Gajah Wong, Kampung Mrican, Giwangan, Yogyakarta yang kemudian dimanfaatkan sebagai agrowisata dengan fokus kepada pemanfaatan budidaya ikan di saluran irigasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengkaji pemanfaatan ruang di Bendung Lepen sebagai objek agrowisata dan aktivitas apa saja yang saling berkaitan dan memiliki pengaruh terhadap terbentuknya makna placemaking di Bendung Lepen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis behavioural mapping dengan 5 unsur wisata menurut Spillane dan teori placemaking menurut Wyckoff. Hasil menunjukkan bahwa konsep agrowisata dengan memanfaatkan saluran irigasi sebagai wadah budidaya ikan membawa pada terciptanya aktivitas pengunjung diantaranya rekreasi dengan berinteraksi langsung dengan ikan, mengikuti lelang ikan semasa panen, memancing, menikmati kawasan pedestrian sepanjang saluran irigasi, berkuliner, dan bermain. Kegiatan ini ditemukan ramai pada pagi sampai sore hari dan titik maksimalnya ada pada hari libur. Terbentuknya placemaking pada Bendung Lepen dilihat dari unsur pembentukan fisik tempat dengan dan fungsi lahan yang mendukung area ini sebagai kawasan agrowisata. Fasilitas kuliner, fasilitas kebersihan, ketersediaan lahan parkir dan kemudahan akses kendaraan, jaringan telekomunikasi, dan listrik merupakan unsur fisik yang berhasil menghidupkan wisata ruang publik ini. Disamping itu keramah-tamahan setiap pengurus dan penjual di area kawasan menjadi poin keberhasilan dari sistem pariwisata yang baik.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43550
    Collections
    • SAKAPARI 2022 #SERIES 9 [44]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV