• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2021 #SERIES 8
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2021 #SERIES 8
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Community Learning Center Dengan Pendekatan Inclusive Design di Yogyakarta

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 8_13.pdf (1.788Mb)
    Date
    2021-08-14
    Author
    Shalihah, Rahmayani Baqiyatun
    Pujiyanti, Indah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Ruang publik menjadi kebutuhan komunal untuk mengakomodir berbagai aktivitas masyarakat, termasuk dalam pendidikan. Yogyakarta sebagai kota pendidikan menjadi destinasi bagi pelajar dan mahasiswa lokal maupun luar daerah untuk menempuh studi akibat daya tarik dari banyaknya institusi pendidikan berkualitas baik. Pendidikan menjadi kebutuhan dan hak setiap individu masyarakat, ini sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang wajib belajar 12 tahun. Namun, realitanya tidak semua masyarakat dapat mengenyam pendidikan formal yang salah satunya disebabkan faktor keterbatasan ekonomi. Kaum marginal menjadi kelompok masyarakat yang sulit mengakses pendidikan. Berkaitan dengan kebutuhan akan ruang publik tersebut, pada tahun 2014 DIY telah dicanangkan sebagai provinsi inklusif. Namun secara implementasi khususnya pada fasilitas ruang publik yang sudah ada dirasa belum maksimal menerapkan desain yang inklusif. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan desain Community Learning Center (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) di Yogyakarta yang menyediakan fasilitas pendidikan nonformal berupa pendidikan kesetaraan dan pendidikan keterampilan sebagai alternatif pendidikan bagi masyarakat khususnya kaum marginal dengan desain yang ramah bagi semua kalangan usia maupun disabilitas. Pendekatan inclusive design digunakan sebagai dasar perancangan melalui empat kriteria desain; functional, usable, desirable, dan viable. Kriteria tersebut akan diterapkan pada beberapa aspek desain yaitu pengolahan area entrance yang mengutamakan fisibilitas, kemudahan akses atau penggunaan dan kemandirian pengguna; pengolahan massa bangunan dengan membagi zonasi sesuai jenis kegiatan untuk memudahkan mobilitas pengguna; pengolahan sirkulasi dan akses berupa penggunaan transportas bangunan dengan mengutamakan keamanan dan kemandirian pengguna; pengolahan kualitas ruang berupa pemaksimalan penghawaan dan pencahayaan alami dengan adanya bukaan, skylight, dan void pada bangunan; pengolahan ruang dalam berupa penggunaan furniture yang ramah bagi semua pengguna serta pengaturan sirkulasi di dalam ruangan untuk kenyamanan mobilitas pengguna; dan pengolahan ruang luar berupa pengolahan area parkir, pedestrian, dan landscape yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengguna. Selain menunjang kebutuhan kegiatan belajar masyarakat, adanya fasilitas ini juga mendukung eksistensi Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan DIY sebagai provinsi inklusif.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43516
    Collections
    • SAKAPARI 2021 #SERIES 8 [37]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV