• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2020 #SERIES 7
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2020 #SERIES 7
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Telaah Konsep Arsitektur Ekokultural Pada Gerakan Pendidikan Kaum Perempuan Marginal Di Kabupaten Gresik

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 7_75.pdf (1.706Mb)
    Date
    2021-02-20
    Author
    Ayunda, Brenda Devita Putri
    Tisnawati, Endah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kabupaten Gresik memiliki tingkat kemiskinan yang tinggi di Jawa Timur. Perekonomian menjadi salah satu faktor rendahnya tingkat pendidikan. Sekolah perempuan gagasan MAMPU bersama LSM di Gresik telah dibangun dengan dukungan pemerintah setempat, namun fasilitas yang ada membutuhkan pengembangan inovasi yang layak. Maka diperlukan fasilitas yang dapat memenuhi kegiatan edukasi yaitu dengan pusat pemberdayaan perempuan. Metode yang diterapkan menggunakan konsep ekokultural, kaitannya dengan hubungan antara lingkungan dan manusia sebagai makhluk hidup, serta kesesuaian kultur masyarakat di kawasan sub-urban. Untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sub-urban dan pedesaan, lebih mudah menggunakan pendekatan budaya sebagai katalisator. Desain menerapkan prinsip prinsip ekokultural. Pertama citra ruang, mengkaji tentang pembentukan kesan ruang. Sumber pengetahuan umum, merupakan pembelajaran alam dan lingkungan yang bertujuan untuk mengenal budaya setempat. Ketiga citra bangunan, langgam bangunan yang berkaitan dengan identitas dan kesan visual bangunan. Teknologi dan material mengulas mengenai metode, kreasi, teknik, dan hubungan kehidupan bermasyarakat. Serta konsep nilai setempat, membahas konsep norma setempat dengan mempelajari cara tinggal melalui bangunan yang diadaptasi dengan fisik dan karakteristik lokal. Adanya pusat pemberdayaan ini diharapkan perempuan dapat memperoleh kesetaraan hak-haknya dengan laki-laki dan menjadi perempuan mandiri yang lebih berani bertindak, serta memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/43475
    Collections
    • SAKAPARI 2020 #SERIES 7 [79]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV