Show simple item record

dc.contributor.authorShidqi, Biizzatillah Khuld
dc.date.accessioned2023-04-08T14:39:34Z
dc.date.available2023-04-08T14:39:34Z
dc.date.issued2021-02-20
dc.identifier.isbn978-602-450-625-4
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/43175
dc.description.abstractLasem merupakan pusat kota sepanjang garis pantai Utara pada zaman Majapahit sebagai kota pelabuhan dari abad ke-7, kemudian berpindah tangan kepada pemerintahan selanjutnya, mengalami perkembangan seiring dengan perubahan dinamika zaman. Perkembangan perkotaan merupakan suatu proses dinamika masyarakat bersama politiknya. Proses perubahan Lasem berjalan secara alami tetapi juga secara artificial. Ada upaya dan campur tangan orang- orang yang terkait dalam mengatur arah perubahan tersebut. Salah satu bangunan yang mengalami proses tersebut adalah Rumah Merah Heritage. Sebuah karya arsitektur berupa rumah kuno yang kini menjadi tetenger Kota Lasem mengalami perubahan fungsi dan tata ruangnya. Perubahan tersebut dilakukan supaya dapat digunakan untuk melakukan perniagaan, mulai dari sarang burung walet, toko roti dan kini menjadi hotel. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, dengan melakukan pendalaman tingal selama tiga hari sembari melakukan wawancara dengan pemilik bangunan. Hasil pembahasan tersebut memberi masukan tentang perubahan arsitektur, ruang dan bentuk serta komposisinya, yang mengikuti perubahan fungsi. Dengan demikian disimpulkan bahwa fungsi menjadi sebab berubahnya arsitektur.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesSakapari 7;
dc.subjectRumah Merah Heritageen_US
dc.subjectperubahan fungsien_US
dc.subjectkegiatan komersialen_US
dc.titlePola Tata Ruang Rumah Merah Heritage Lasem (Perubahan Fungsi dan Kegiatan Komersil)en_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record