Show simple item record

dc.contributor.authorSusilo, Rina Wahyu
dc.contributor.authorAniisah H, Fadhilah S.
dc.contributor.authorTrendyanitra
dc.contributor.authorAmiroh, Anindita Nadia
dc.contributor.authorNastiti, Aulia Rahma
dc.contributor.authorYanti, Dina Febri
dc.contributor.authorLathifa, Nur Fitri
dc.contributor.authorSantosa, Revianto Budi
dc.date.accessioned2023-04-04T06:31:47Z
dc.date.available2023-04-04T06:31:47Z
dc.date.issued2016-07-23
dc.identifier.issn2528-4622
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/43063
dc.description.abstractKeraton Kasepuhan merupakan keraton pertama yang berdiri di Cirebon. Saat ini Keraton Kasepuhan dibagi menjadi dua yaitu Area Siti Inggil dan Area Tajug Agung. Makalah ini akan membahas tentang faktor pembentuk tata ruang dalam Keraton Kasepuhan Cirebon bagian Siti Inggil. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi tata ruang keraton kasepuhan yaitu fungsi dan kebudayaan. Fungsi Siti Inggil yang merupakan tempat raja dan penggawanya melihat pertunjukan yang berada di alun-alun. Kebudayaan Siti Inggil yang memiliki orientasi utara selatan, dimana bagian selatan adalah yang paling suci. Kebudayaan masyarakat Cirebon yang berpusat di Keraton Kasepuhan menjadikan Siti Inggil yang menghadap ke alun – alun. Kebudayaan tata ruang Jawa yang berorientasi utara selatan juga memengaruhi tata ruang keraton kasepuhan.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesSakapari 1;
dc.subjectTata Ruangen_US
dc.subjectKeraton Kasepuhan Cirebonen_US
dc.titleTata Ruang Arsitektur Keraton Kasepuhan Cirebonen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record