• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 3
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 3
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    REGIONALISME MODERN (TRANSFORMATIF) MASJID BERLANGGAM JAWA (Studi Kasus Bangunan Masjid Field Research Center Kulon Progo)

    Thumbnail
    View/Open
    PROSIDING SAKAPARI 3_33.pdf (1.599Mb)
    Date
    2019-01-31
    Author
    Nurina, Talitha Mira
    Handoyotomo, Handoyotomo
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Meski seluruh permukaan bumi merupakan masjid, namun bagi ummat Islam masjid memiliki arti “Rumah Allah” yang harus dimuliakan. Sebab itu sepanjang sejarah perkembangan arsitektur, masjid merupakan bentukan arsitektur yang memperoleh curahan optimal dalam hal keterampilan teknologi, estetika, dan falsafah dalam rangkaian sejarah arsitektur Islam Konsep utama bangunan Masjid FRC yaitu Masjid Modern yang dapat mendukung kawasan edukasi dan sekitarnya, serta menjadi ikon yang mempresentasikan nilai budaya Kulonprogo. Arsitektur Nusantara atau tradisional merupakan sebuah fenomena yang menarik, dengan keberagamannya yang mencerminkan kekayaan arsitektur Indonesia, Regionalisme merupakan suatu usaha untuk mengembalikan atau memunculkan kembali identitas dan ciri kedaerahan. Menurut Budihardjo (1997), regionalisme merupakan cara berfikir tentang arsitektur yang menyebar dalam berbagai jalur. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi penerapan Regionaisme Transformatif dan mengetahui aspek regionaisme yang dapat diangkat dari desain Masjid Berlanggam Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan kompilasi data primer dan sekunder untuk kemudian dianalisa, penggunaan preseden digunakan sebagai acuan dalam transformasi desain bentuk berdasarkan elemen regionalisme. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa Masjid modern transformatif menerapkan konsep yang diambil dari elemen bangunan lama yang menonjol dan ekspresif, sehigga dapat menjadi ikon representasi budaya setempat. Selain itu menggunakan ornamen yang memiliki fungsi khusus, (tidak hanya sekedar estetika). Kesimpulan dan rekomendasi penelitian yaitu pada Masjid FRC elemen pendukung masih dirasa kurang karena hanya menggunakan ornamen batik ciri khas Kulon Progo dan bentukan atap tajug. Setelah mengetahui elemen ornament yang ada di Masjid Jawa maka dapat menjadi referensi dalam desain transformasi bentuk maupun ornamen bangunan, karena ornamen Masjid Jawa memiliki makna atau arti khusus yang dapat dijadikan konsep pendukung transformasi ikonik bangunan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/42927
    Collections
    • SAKAPARI 2019 #SERIES 3 [47]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV