Show simple item record

dc.contributor.authorAyuningtyas, Nurina Vidya
dc.contributor.authorSuryabrata, Jatmika Adi
dc.contributor.authorSarwadi, Ahmad
dc.date.accessioned2023-03-24T02:59:02Z
dc.date.available2023-03-24T02:59:02Z
dc.date.issued2019-01-31
dc.identifier.isbn978-602-450-389-5
dc.identifier.urihttp://hdl.handle.net/123456789/42872
dc.description.abstractSejauh ini bangunan bertingkat menggunakan sistem pendingin buatan hanya memperhatikan Air Temperature (Ta) dalam sistem pendingin / HVAC, tetapi yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kenyamanan termal manusia adalah nilai Operative Temperature. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh Window to Wall Ratio untuk mendapatkan suhu operasi yang efektif dan mengetahui dampaknya terhadap naiknya energi bangunan. Berdasarkan hasil simulasi yang telah dilakukan oleh fixed setting Ta 25 ° C menunjukkan bahwa Top Nothing mencapai kenyamanan 25 ° C sesuai dengan standar SNI 03-6572-2001. Simulasi lanjutan dilakukan dengan menurunkan pengaturan Ta dari 25 ° C menjadi 20 ° C, 18 ° C dan 15 ° C. Variasi WWR memiliki pengaruh besar pada peningkatan nilai Top di dalam ruangan. Persentase yang lebih tinggi dari WWR akan mendapatkan lebih banyak sinar matahari. Pengaturan suhu Ta yang lebih rendah, konsumsi energi gedung yang lebih tinggi. Pada variasi WWR, peningkatan intensitas konsumsi energi 3,68 kWh / m2 / 1 ° C.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.relation.ispartofseriesSakapari 3;
dc.subjectwindow to wall ratio (WWR)en_US
dc.subjectselubung bangunanen_US
dc.subjectenergien_US
dc.subjecttermalen_US
dc.titlePENGARUH WINDOW TO WALL RATIO (WWR) UNTUK KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN KANTOR HEMAT ENERGI Berdasarkan Data Iklim Jakartaen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record