• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Faculty of Law
    • Master of Public Notary
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Student Papers | Makalah Mahasiswa
    • Faculty of Law
    • Master of Public Notary
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Akibat Hukum Peralihan Hak Atas Tanah Yang Tidak Dilandaskan Pada Legal Standing (Studi Kasus Perkara Perdata Putusan Nomor 598 K/Pdt/2017)

    Thumbnail
    View/Open
    18921063.pdf (1.955Mb)
    Date
    2023-01
    Author
    MUHAMMAD FAHMI AKMAL
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Tesis ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum peralihan hak atas tanah yang tidak dilandaskan pada legal standing (studi kasus perkara perdata putusan nomor 598 K/PDT/2017). Masalah yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah pertama apakah dasar dan alasan PPAT dalam membuat akta peralihan hak atas tanah yang tidak memenuhi syarat legal standing?, kedua 2.Mengapa BPN melakukan pendaftaran peralihan hak atas tanah yang tidak memiliki legal standing?, dan ketiga apa akibat hukum adanya peralihan hak atas tanah yang tidak memenuhi syarat legal standing?. Jenis penelitian ini bersifat yuridis empiris dengan pendekatan sosiologis, pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus menggunakan metodekualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, Notaris yang juga merangkap PPAT tidak berdasar dalam membuat akta peralihan akta peralihan hak atas tanah bidang tanah tertetu, jika tetap membuat akta maka PPAT dianggap tidak memahami hukum dan tidak profesional. Kedua Kantor Pertanahan yang mengalihkan hak atas tanah yang tidak terpenuhi legal standing adalah suatu tindakan yang tidak profesional, seharusnya BPN menolak pendaftaran pengalihan hak atas tanah tanpa persetujuan pasangan suami. Ketiga, akibat hukum tidak terpenuhi legal standing dapat akta jual beli batal demi hukum, Notaris dalam kedudukan sebagai PPAT dapat digugat untuk dimintai ganti rugi, Kantor Pertanahan apabila meloloskan peralihan hak yang seharusnya ada persejutuan suami tetapi tidak ada juga dapat digugat..
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/42773
    Collections
    • Master of Public Notary [142]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV