Show simple item record

dc.contributor.authorCAHYA HEMAS PERTIWI EKSIAREH
dc.date.accessioned2023-02-07T06:59:03Z
dc.date.available2023-02-07T06:59:03Z
dc.date.issued2023-01-05
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/42337
dc.description.abstractKekerasan terjadi ketika adanya figur yang memiliki kemampuan sosial lebih tinggi atau kekuatan (power) namun melakukan kekerasan terhadap figur yang dianggapnya lebih lemah. Dalam konteks keluarga, kekerasan terjadi ketika adanya tindakan atau perbuatan terhadap anggota keluarga yang mengakibatkan kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, maupun seksual. Data yang dilansir oleh Kemen PPPA menunjukkan bahwa, Indonesia menempati tingkat kasus kekerasan tertinggi pada anak dan terus meningkat berjalannya waktu. Melihat rendahnya kualitas psikologis individu dewasa saat ini membuat peneliti tertarik untuk mendalami faktornya. Melalui penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman individu yang pernah mengalami kekerasan dalam keluarga secara mendalam. Partisipan dalam penelitian ini melibatkan tiga orang individu dengan usia 20 dan 23 tahun, memiliki pengalaman kekerasan dalam keluarga, bersedia menceritakan pengalamannya secara terbuka dan dalam kondisi mental yang stabil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologis dan paradigma post-positivism. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kekerasan di dalam keluarga yang dialami individu mampu membuat individu kehilangan makna keluarga yang sesungguhnya sehingga individu mencari makna tersebut dari lingkungan luar.en_US
dc.publisherUNIVERSITAS ISLAM INDONESIAen_US
dc.titleFamily Is Not Always A Home: Studi Fenomenologis Pada Individu Yang Mengalami Kekerasan Dalam Keluargaen_US
dc.Identifier.NIM18320227


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record