Show simple item record

dc.contributor.authorNADYA HANDAYANI MARDAUS
dc.date.accessioned2023-01-09T06:03:10Z
dc.date.available2023-01-09T06:03:10Z
dc.date.issued2022-11-24
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/41585
dc.description.abstractSawah merupakan salah satu sumber emisi gas N2O. Tujuan dari penelitian adalah mengukur total fluks gas N2O pada berbagai kondisi lingkungan mikro dan menganalisis pengaruh kondisi lingkungan mikro terhadap potensi emisi gas N2O pada budidaya padi anorganik. Penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu metode System of Rice Intensification (SRI) dan Konvensional. Dari kedua metode yang diterapkan, didapatkan bahwa metode konvensional menghasilkan fluks gas N2O lebih banyak dari pada metode SRI. Kondisi lingkungan mikro memberi pengaruh yang berbeda-beda terhadap fluks N2O pada metode konvensional dan SRI. Pengaruh temperatur udara terhadap fluks N2O sama-sama kecenderungan positif. Metode konvensional dan SRI pada kelembaban udara, temperatur tanah, dan pH memiliki kecenderungan yang berbeda. Kecenderungan positif terdapat pada kelembaban udara NK, temperatur tanah NK dan pH NS. Kecenderungan negatif terdapat pada kelembaban udara NK, temperatur tanah NS, pH NK, serta NK dan NS pada potensial redoks dan daya hantar listrik.en_US
dc.publisherUNIVERSITAS ISLAM INDONESIAen_US
dc.titleEmisi Gas Nitrous Oxide (N2o) Dari Budidaya Padi Anorganiken_US
dc.Identifier.NIM16513056


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record