Pengembangan Masjid Kanzus Di Pekalongan Penerapan Nilai-nilai Islam Dan Karakter Lokal Pada Fasad Bangunan
Abstract
Dewasa ini terjadi krisis pemahaman akan nilai-nilai keislaman yang tertuang dalam sebuah perancangan. Mayoritas arsitek muslim dalam perancangannya selalu terjebak pada elemen-elemen arsitektural, simbol –simbol budaya, bentuk fasade, dan segala sesuatu yang sangat berkaitan erat dengan budaya timur tengah. Seperti halnya bentuk kubah sebagai intrepretasi simbol masjid, ukiran kaligrafi dalam interior masjid, dan elemen-elemen lain dalam bangunan yang merupakan bentuk interpretasi dari budaya timur tengah.
Tidak seperti pada umumnya bangunan-bangunan berarsitektur Islam yang selalu mengambil wujud fisik dari Timur Tengah, perancangan masjid ini dapat memanfaatkan potensi arsitektur lokal dan identitas lokal dalam merancang. Karena dalam perkembangannya, Islam berkembang dengan lokalitas budaya, yang tidak terpengaruh pada budaya luar. Pekalongan yang dikenal dengan julukan kota batik karena kesenian dan kebudayaan membatik menjadi warisan budaya di Pekalongan, maka masjid yang dirancang nantinya dapat memadukan motif batik kedalam bentuk masjid sebagai perwujudan lokalitas masjid di Pekalongan.
Kota Pekalongan yang mayoritas beragama islam dikenal sebagai salah satu kota dengan tingkat religiusitas yang cukup tinggi dan menjadikan kota Pekalongan sebagai destinasi wisatawan religi.Namun fasilitas ibadah seperti masjid yang ada di daerah Pekalongan Timur tidak cukup mendukung kawasan, masjid Kanzus yang terletak di jalan DR. Wahidin, Pekalongan Timur hanya mampu menampung sekitar 150 jamaah untuk beribadah padahal kegiatan di masjid Kanzus sangatlah padat sehingga tidak mampu menampung jamaah ketika kegiatan berlangsung.
Metode yang digunakan dalam proses perancangan adalah penerapan nilai-nilai islam dan dipadukan dengan identitas lokal pada perancangan masjid. Nilai-nilai Islam yang diterapkan pada rancangan masjid yaitu Keindahan, Keselarasan dengan lingkungan, dan Kehematan. Identitas lokal diambil dari ciri khas daerah Pekalongan yaitu motif batik Pekalongan yang di transformasikan serta disederhanakan bentukannya dan digabungkan dengan hasil analisis fungsi bangunan masjid.
Collections
- Architecture [3987]
