• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • Psychology
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Regulasi Kognitif Emosi Dan Kelekatan Pada Remaja Yang Orangtuanya Bercerai

    Thumbnail
    Date
    2022-08-10
    Author
    AIDA FRISTIA ALDIRA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kelekatan remaja pasca perceraian orang tua yang menimpa dirinya dan pengaruhnya terhadap regulasi kognitif emosi. Literatur terbaru menunjukkan bahwa kelekatan dengan regulasi emosi dan kognitif adalah seberapa erat suatu hubungan. Remaja dengan orang tua yang sering berinteraksi dalam hubungannya dan memiliki nilai tinggi dianggap dekat. Regulasi emosi dan kognitif memiliki pandangan berharga terhadap figure lekatnya dengan menunjukkan emosi yang dirasakan secara jelas dan detail karena merasa dekat dengan hubungan tersebut. Peserta (N=126) menyelesaikan pengukuran CERQ (Kuesioner Regulasi Kognitif Emosi), dan IPPA (Skala Kelekatan Orangtua). Analisis uji asumsi, uji linearitas dan uji hipotesis digunakan untuk menguji penelitian ini. Hasil menemukan bahwa kelekatan berkorelasi dengan komunikasi, kepercayaan dan keterasingan dalam menjalin hubungan kelekatan yang baik. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa pola kelekatan remaja dengan orang tua yang bercerai terkait dengan peningkatan rasa penekanan dalam emosi untuk mengelola tekanan, kekecewaan dan depresi akibat kehilangan kasih saying orang tua yang utuh. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa remaja yang orangtuanya bercerai mengalami rasa empati yang lebih besar terhadap orang lain terlebih ketika mengalami hal serupa. Terakhir, analisis menunjukkan bahwa kelekatan remaja dengan orang tua mampu mempengaruhi remaja dalam mengekspresikan dan mengontrol emosinya dengan dirinya dilihat dengan proses yang terjadi dalam dirinya secara baik atau tidaknya. Sebagian temuan mendukung literatur saat ini, dan menyarankan bahwa pola kelekatan remaja dengan orang tua pasca perceraian untuk lebih dapat diperhatikan dan harus dipertimbangkan guna memahami pengaruhnya terhadap regulasi kognitif emosi.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/40735
    Collections
    • Psychology [2586]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV