Show simple item record

dc.contributor.advisorElita Nurfitriyani Sulistyo, S.T., M.Sc.
dc.contributor.authorKRESNA BAYU
dc.date.accessioned2022-11-07T03:15:59Z
dc.date.available2022-11-07T03:15:59Z
dc.date.issued2022-08-11
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/40228
dc.description.abstractLingkungan kerja yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan oleh pekerja untuk dapat bekerja secara optimal dan produktif, oleh karena itu lingkungan kerja harus perlu diperhatikan baik dari sisi desain yang sedemikian rupa sehingga menajadi suasana yang kondusif terhadap pekerja. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebisingan, intensitas pencahayaan dan iklim kerja pada lingkungan kerja dan memberikan rekomendasi rekayasa pengendalian kepada departemen Bengkel Satria Jaya. Penelitian ini dilakukan pada Bengkel Satria Jaya selama tiga hari. Pengukuran kebisingan dilakukan menggunakan Sound Level Meter. Pengukuran ini dilakukan pada setiap titik pengambilan sampel kebisingan yang telah di tentukan berdasarkan peraturan yang berlaku. Pengukuran pencahayaan dilakukan pada setiap titik pengambilan sampel intensitas pencahayaan berdasarkan peraturan yang berlaku dan menggunakan alat ukur Lux Meter. Pengukuran iklim kerja dilakukan dengan menggunakan Questemp pada 4 titik. Hasil dari pengukuran kebisingan, pencahayaan, iklim kerja ini kemudian akan dibandingkan dengan standar baku mutu yang berlaku di Indonesia. Hasil pengukuran kebisingan pada Bengkel Satria Jaya berkisar antara 68,9 dBA – 77,7 dBA. Tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh aktivitas pada Bengkel Satria Jaya tidak melebihi nilai ambang batas kebisingan. Pencahayaan pada Bengkel Satria Jaya berkisar antara 35 – 3.716 Lux. Hal ini menunjukkan bahwa pencahayaan pada Bengkel Satria Jaya berada di atas nilai ambang batas pencahayaan yang diizinkan untuk melakukan pekerjaan permesinan yaitu 200 Lux. Iklim kerja (ISBB) pada Bengkel Satria Jaya berkisar antara 25,36 – 25,82°C dengan rata rata iklim kerja 25,6°C. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Nilai Ambang Batas (NAB) untuk beban kerja sedang dengan tenaga kerja yang bekerja sebesar 75% - 100% dan istirahat sebesar 25% setiap jam kerjanya adalah 28°C. Hal ini menunjukkan bahwa iklim kerja pada Bengkel Satria Jaya di bawah nilai ambang batas iklim kerja ISBB yang diperkenankan maka perlu dilakukan pengendalian iklim kerja.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKebisinganen_US
dc.subjectPencahayaanen_US
dc.subjectIklim Kerjaen_US
dc.subjectISBBen_US
dc.subjectBengkelen_US
dc.titleEvaluasi Tingkat Kebisingan, Pencahayaan, Dan Iklim Kerja Panas Bengkel Mobil Non-Resmi Studi Kasus : Bengkel Satria Jayaen_US
dc.Identifier.NIM18513121


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record