Show simple item record

dc.contributor.advisorTri Esti Purbaningtias, M.Si
dc.contributor.authorAGUNG DWI APRIANTO
dc.date.accessioned2022-10-28T02:23:52Z
dc.date.available2022-10-28T02:23:52Z
dc.date.issued2022-06-09
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/40060
dc.description.abstractTelah dilakukan perbandingan metode analisis protein pada contoh tepung terigu menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan kjeldahl. Prinsip analisis spektrofotometri UV-Vis yaitu sampel didestruksi dan dianalisis dengan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 280 nm untuk metode metanol dan 540 nm untuk metode biuret, dan prinsip analisis dengan metode kjeldahl sampel didestruksi dengan asam sulfat didestilasi dan dianalisis dengan titrasi alkalimetri. Kadar protein yang didapatkan dari metode metanol 0,0065%, sedangkan metode biuret 0,0050%, dan metode kjeldahl 7,50%. Nilai repeatability %RSD metanol sebesar 1,60%, sedangkan metode biuret sebesar 1,27%, dan metode kjeldahl sebesar 1,86%. Nilai %recovery yang diperoleh dari metode metanol sebesar 90,05%, sedangkan metode biuret sebesar 99,57%, dan metode kjeldahl sebesar 90,38%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, metode kjeldahl layak digunakan untuk pengujian, karena metode kjeldahl dapat memenuhi syarat yang ditentukan. Kadar protein yang didapat pada metode kjeldahl 7,50% dan mendapatkan presisi kurang dari 2% sedangkan pada SNI 3751:2009 protein pada tepung terigu sebagai bahan pangan minimal 7%, dan %RSD harus ≤ 3%.en_US
dc.language.iso19231032
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectSpektrofotometer UV-Visen_US
dc.subjectprotein,perbandingan metodeen_US
dc.subjecttepung teriguen_US
dc.titlePerbandingan Metode Analisis Protein Pada Tepung Terigu Secara Spektrofotometer Uv-Vis Dan Kjeldahlen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record