Usulan Peningkatan Kinerja Rantai Pasok Pada Atribut Responsiveness Menggunakan Metode Scor Racetrack (Studi Kasus: Ikm Roemahkonveksi)
Abstract
Perkembangan unit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) termasuk Industri
Kecil dan Menengah (IKM) di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun membuat
persaingan antar usaha semakin ketat. Hal ini membuat para pelaku usaha terus menerus
berupaya meningkatkan kinerja dalam mempertahankan eksistensinya di dunia bisnis.
Roemahkonveksi merupakan salah satu IKM di Kabupaten Sleman yang bergerak di
bidang usaha pembuatan pakaian. Permasalahan yang terjadi di IKM Roemahkonveksi
adalah keterlambatan proses produksi yang menyebabkan terlambatnya pengiriman
barang sesuai dengan yang telah dijanjikan kepada customer. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan sebagai upaya peningkatan kinerja
Responsiveness dengan menggunakan Metode SCOR Racetrack versi 12.0 yang terdiri
dari 5 tingkatan proses yaitu pre-SCOR, Set the Scope, Configure the Supply Chain,
Optimize Project dan Ready for Implementation. Berdasarkan pengolahan data yang
dilakukan, terdapat gaps pada metrics level 2 RS. 2.2 Make Cycle Time sebesar 3 hari dan
gaps pada 3 metrics level 3 yaitu metrics RS. 3.123 Schedule Production Activities Cycle
Time sebesar 0,146 hari, RS. 3.49 Issue Material Cycle Time sebesar 1 hari dan RS. 3.101
Produce and Test Cycle Time sebesar 2 hari. Penyebab terjadinya gaps pada tiap metrics
dianalisis menggunakan Fishbone Diagram sebagai dasar penentuan usulan perbaikan.
Terdapat 12 usulan perbaikan dalam peningkatan kinerja rantai pasok pada IKM
Roemahkonveksi dengan prioritas utama yaitu membuat pencatatan penjadwalan realtime,
membuat
pencatatan
transaksi
pemesanan
real-time,
membuat
pencatatan
supplier
material,
membuat
perhitungan
waktu
pesanan,
membuat
sistem
ketertelusuran
produk.
Prioritas
kedua
yaitu
membuat
pencatatan
persediaan
material
real-time
dan
pembuatan
SOP
quality control (document crosscheck). Prioritas terakhir yaitu melakukan
penempatan material secara teratur, membuat perencanaan perawatan mesin dan
peralatan secara berkala, penerapan 6S pada lingkungan kerja, melakukan training
penggunaan alat sablon kepada pekerja, melakukan penerapan ERP dengan systemever
Indonesia.
Collections
- Industrial Engineering [2908]
