• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Tingkat Kebisingan, Pencahayaan, Dan Iklim Kerja Panas Bengkel Motor Resmi (Studi Kasus: Ud. Utama Motor Sleman)

    Thumbnail
    View/Open
    18513086.pdf (3.386Mb)
    Date
    2022-07-25
    Author
    WAFIQ MUTHOHAROH
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kebisingan, pencahayaan, dan iklim kerja panas merupakan salah satu factor lingkungan fisik yang mempengaruhi lingkungan kerja yang dapat mengakibatkan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Tingkat Kebisingan, pencahayaan, dan iklim kerja panas yang melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan akan mempengaruhi kesehatan mekanik. Maka, tujuan penelitian untuk menganalisis dan mengetahui dampak subjetktif pada mekanik terhadap tingkat kebisingan, pencahayaan, dan iklim kerja panas pada lingkungan kerja bengkel sepeda motor serta melakukan pemetaan untuk mengetahui risiko paparan. Pengukuran dilakukan selama 8 jam dengan pembagian 3 (tiga) waktu kerja yaitu pagi, siang, dan sore dengan menggunakan Sound Level Meter, Lux Meter, dan QUESTamp. Untuk mengetahui dampak subjektif mekanik dilakukan dengan wawancara melalui kuesioner. Hasil pengukuran tingkat kebisingan rata-rata berkisar antara 79,4 – 81,6 dBA secara umum memenuhi NAB yaitu < 85 dBA. Untuk hasil pengukuran tingkat pencahayaan setempat didapatkan hasil rata-rata yaitu berkisar antara 60-114 Lux secara umum belum memenuhi nilai minimal yang diizinkan yaitu 200 Lux untuk pekerjaan alat-alat sedang atau tidak besar dan pekerjaan mesin. Sedangkan hasil pengukuran tingkat iklim kerja panas dilakukan pada 2 titik yaitu sebesar 23,9 ̊C dan 24,4 ̊C. Hasil tersebut secara umum masih memenuhi NAB beban kerja sedang dengan pengaturan waktu kerja 75% dan 25% waktu istirahat yaitu 28 ̊C. Nilai Ambang Batas (NAB) menggunakan acuan pada Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja. Dampak subjektif yang dirasakan mekanik pada saat bekerja di bengkel untuk tingkat kebisingan yang merupakan dampak ringan seperti sakit kepala/pusing, mual dan muntah. Kemudian untuk dampak subjektif tingkat pencahayaan adalah sakit kepala/pusing, mata merah, mata pedih, mata berair, dan terasa tegang di leher dan dibahu. Dan dampak subjektif dari tingkat iklim kerja panas adalah merasa lelah, merasa cepat haus, dan banyak berkeringat. Peta kontur resiko dibuat menjadi 3 warna yaitu, biru, hijau, dan kuning. Penggolongan warna berdasarkan nilai tingkat intensitas setiap parameter.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/39531
    Collections
    • Environmental Engineering [1832]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV