• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Anak Usia 12-59 Bulan Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Cilacap Utara 1 Selama Pandemi Covid-19

    Thumbnail
    Date
    2022-06-03
    Author
    Primadi, Danan Budi 18711093
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia masih berusaha menyelesaikan masalah gizi anak yang meliputi underweight, wasting, dan stunting. Angka wasting dan stunting harus diturunkan hingga <5% dan 20% menurut Global Action Plan WHO 2025. Wasting dapat meningkatkan risiko morbiditas dini pada anak dan dapat berkomplikasi ke stunting. Faktor-faktor yang sebelumnya dianggap berhubungan dengan status gizi anak seperti pemberian ASI, riwayat infeksi, imunisasi, pendapatan orang tua, pendidikan, dan pengetahuan vitamin A belum diteliti selama pandemi COVID-19. Tujuan penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi anak usia 12-59 bulan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Cilacap Utara 1 selama pandemi COVID-19. Metode penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan selama Bulan Februari-April 2022 di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Cilacap Utara 1. Pengambilan data menggunakan wawancara, kuesioner, dan data buku KIA. Dilakukan analisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil: Dari 73 responden, sebanyak 13 anak (17,8%) menderita underweight, 23 anak (31,5%) menderita stunting, dan 2 anak (2,7%) menderita wasting. Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat infeksi dengan status gizi Balita berdasar TB/U (p=0,030). Terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan status gizi Balita berdasar TB/U dan BB/TB (p=0,042 dan 0,046). Risiko kejadian stunting pada dengan riwayat infeksi adalah 3,448 kali (aPOR=3,448; CI 95%: 1,126-10,558). Risiko kejadian stunting dengan pendidikan ibu kurang adalah 7,316 kali (aPOR=7,316; CI 95%: 1,275-41,983). Risiko kejadian gizi kurang baik dengan pendidikan ibu kurang adalah 4,537 kali (aPOR=4,537; CI 95%: 0,774- 26,593). Selain dua variabel ini memiliki nilai p>0,05. Kesimpulan: Riwayat infeksi dan pendidikan ibu berhubungan secara signifikan dan memberikan pengaruh nyata terhadap status gizi anak usia 12-59 bulan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/39494
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV