Show simple item record

dc.contributor.advisorDr. apt. Lutfi Chabib, S.Farm, M.Sc.
dc.contributor.advisorDr. apt. Arba Ramadani, S.Farm., M.Sc.
dc.contributor.authorDESYATNA FATIKHA SULISTYANINGRUM
dc.date.accessioned2022-09-22T06:56:39Z
dc.date.available2022-09-22T06:56:39Z
dc.date.issued2022-06-23
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/39389
dc.description.abstractPegagan (C. asiatica (L.)) mengandung asam asiatik, asam madekasik, asiatikosida dan madekassosida yang berperan dalam penyembuhan luka. Asiatic acid sukar larut dalam air sehingga mempunyai bioavailabilitas yang rendah. Oleh karena itu, ekstrak pegagan perlu dikembangkan menjadi sediaan SNEDDS dalam bentuk gel dengan karbopol 940. Selain untuk meningkatkan bioavalibilitas juga berguna memberi daya tarik estetika serta kenyamanan saat digunakan. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh pemberian sediaan gel SNEDDS ekstrak pegagan terhadap penyembuhan luka pada kelinci. Penelitian eksperimental berupa pengamatan penyembuhan luka dilakukan pada punggung kelinci yang terbagi menjadi 6 kelompok uji yaitu kontrol positif (povidone iodine), kontrol negatif, kontrol basis, kelompok normal, kelompok pembanding (salep tekasol) dan kelompok perlakuan (gel SNEDDS ekstrak pegagan 1,5%). Kelinci diberi luka sayat sepanjang 1,5 cm dengan kedalaman 2 mm. Pemberian terapi dilakukan setiap dua kali sehari selama 8 hari. Pengamatan luka dilakukan secara makroskopis dan dengan menghitung % penyembuhan luka. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis pada SPSS menggunakan One-way ANOVA dan dikatakan bermakna jika nilai p<0,05, analisis dilanjutkan dengan Post-Hoc Test Tukey HSD untuk membandingkan hasil uji dari tiap kelompok. Persentase kesembuhan luka pada hari ke-8 untuk kelompok perlakuan adalah 100%, hasil serupa juga didapatkan pada kontrol positif dan kelompok pembanding. Sementara kontrol negatif memiliki hasil 68,07% untuk kesembuhan lukanya karena masih ditemukan keropeng pada luka dan belum terbentuk jaringan epitel yang baru. Hasil analisis menunjukkan kelompok perlakuan memiliki perbedaan signifikan (p<0,05) dengan kontrol negatif dan memiliki kesembuhan luka yang lebih baik dibandingkan kelompok pembanding. Gel SNEDDS ekstrak pegagan terbukti meningkatkan efektivitas dalam penyembuhan luka.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectpegaganen_US
dc.subjectgel SNEEDSen_US
dc.subjectkelincien_US
dc.subjectpenyembuhan lukaen_US
dc.titlePengaruh Pemberian Gel Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (Snedds) Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica (L.)) Sebagai Penyembuh Luka (Wound Healing) Pada Kelincien_US
dc.Identifier.NIM18613033


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record