• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    An Alisis Proses Gera Ka N Sosial #Metoo Terh Adap Undang-Undang Equal Employment Opportunity And Work-Family Balance Assistance Pada Amandemen Pelecehan Seksual Di Tempat Ke Rja Tahun 2018-2019

    Thumbnail
    View/Open
    15323008.pdf (7.931Mb)
    Date
    2022-06-22
    Author
    ANDI PUTRI SALMA ALIFA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kesenjangan gender di Korea Selatan merupakan permasalahan yang bertahun-tahun masih dihadapi negara tersebut. Hal ini karena budaya patriarki yang masih melekat dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam lingkungan kerja. Akibatnya, salah satu dari sekian permasalahan gender, yaitu kasus pelecehan seksual, masih menjadi hambatan terberat bagi masyarakat perempuan pekerja untuk berkarir. Hadirnya gerakan #MeToo di Korea Selatan seakan menjadi sarana bagi mereka untuk angkat bicara dan menuntut akan perubahan amandemen EEO yang menurut pendapat mereka belum dapat melindungi sepenuhnya atas kasus-kasus pelecehan seksual berbasis kekuasaan yang mereka alami. Maka, dengan memanfaatkan momentum #MeToo, masyarakat pekerja perempuan Korea Selatan berkumpul untuk melakukan gerakan sosial, aksi protes, dan kampanye. Penelitian ini menggunakan Political Process Model sebagai untuk menganalisis bagaimana proses gerakan #MeToo dapat mendukung Pemerintah Korea Selatan dengan perubahan amandemen undang-undang tentang pelecehan seksual di tempat kerja. Dengan mengidentifikasikan prosesnya melalui variabel model tersebut, maka terdapat penemuan dari penelitian ini bahwa gerakan #MeToo berhasil mendorong pemerintah Korea Selatan untuk mengubah amandemen EEO memiliki konsekuensi hukum dan perlindungan yang sesuai bagi kasus pelecehan seksual di tempat kerja.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/39366
    Collections
    • International Relations [1021]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV