• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Environmental Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Biological Nutrient Removal Dari Ipal Domestik Menggunakan Proses Anaerobic-Anoxic-Oxic Melalui Pendekatan Model Simulasi Menggunakan Software Stoat

    Thumbnail
    View/Open
    18513144.pdf (3.059Mb)
    Date
    2022-05-31
    Author
    DINDA DWIANA INEMA
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kandungan nitrogen dan fosfor pada air limbah memicu terjadinya peristiwa eutrifikasi. Peristiwa ini timbul karena meningkatnya pertumbuhan alga dan tanaman air lain akibat tingginya konsentrasi nutrien (Nitrogen dan Fosfor) di dalam air. Dampak yang ditimbulkan adalah penurunan kualitas air dan kematian terhadap makhluk hidup sekitar perairan. Konsentrasi nitrogen dan fosfor dalam air limbah domestik sangat bervariasi biasanya berada pada rentang 10-100 mg/l untuk nitrogen dan 5-25 mg/l untuk fosfor. Pada penelitian ini menggunakan teknologi Activated Sludge dan modifikasinya yaitu Anaerobic Anoxic Oxic (A2O) untuk menilai performa dalam menyisihkan kandungan TN dan TP di air limbah. Sekanrio penelitian yaitu merencanakan IPAL X secara manual terhadap kedua teknologi, kemudian melakukan simulasi menggunakan Software STOAT 5.0. Hasil performa penyisihan akan dianalisa dengan Analisa SWOT. Simulasi model STOAT 5.0 akan menunjukkan hasil persentase penyisihan untuk parameter TN dan TP dengan teknologi Conventional Activated Sludge adalah 25.45% dan 2.02%. Sedangkan dengan teknologi A2O mampu menyisihkan TN sebesar 78.43% dan TP sebesar 75.51%. Melalui analisa SWOT dapat diniali bahwa teknologi A2O memiliki kualitas effluent yang lebih baik dibandingkan Activated Sludge dan berada di bawah Baku Mutu Air Limbah Domestik yang mengacu pada PerMen LHK no 68 Tahun 2016 dan Guidelines beberapa negara terkait syarat TN dan TP. A2O lebih baik dalam menyisihkan kandungan TN, khususnya kandungan TP dengan lebih signifikan dibandingkan Activtaed Sludge. Penurunan kandungan TN dan TP pada teknologi A2O disebabkan pengolahan menggunakan fase anaerobik-anoksik-oksik yang memicu terjadinya peristiwa nitrifikasi dan denitrifikasi sehingga menyisihkan TN dan adanya aktivitas organisme Polyphosphate accumulating organisms (PAOs) pada penyisihan TP.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/38971
    Collections
    • Environmental Engineering [1831]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV